Bacalah Terjemah Al Qur’an Ini Supaya Paham Alloh Sangat Benci Thoghut

Category: Catatan 0 0

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Thoghut adalah Sistem dimana undang-undang pidana dan perdata yang berlaku bukan menggunakan Al Qur’an dan Al Hadits, tetapi menggunakan yang lain. Sementara Alloh mewajibkan manusia agar berhukum menggunakan Al Qur’an dan Al Hadits.

Thoghut adalah sebutan untuk sistem selain sistem Islami, bukan dimaksudkan kepada personal yang bekerja untuk kestabilan sistem Thoghut tersebut. Adapun personal yang bekerja untuk kestabilan sistem Thoghut disebut sebagai pendukung sistem Thoghut. Supaya paham apa itu Thoghut bisa baca coretan saya disini Penjelasan Sederhana Sistem Alloh dan Sistem Thoghut.

Menjauhi Thoghut bukanlah inisiatif ummat Islam, tetapi merupakan perintah langsung dari Alloh agar menjauh dan berlepas diri darinya. Karena kebaikan yang ditawarkan dalam sebuah sistem Thoghut tidak mendapat jaminan keselamatan sedikitpun dari Alloh Yang Maha Segala-galanya ini.

Agar lebih mudah membaca ayat-ayat tentang Thoghut, saya coba cantumkan disini bagaimana Alloh berfirman tentang Thoghut dalam Al Qur’an.

 


لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Qs. Al Baqarah (2): 256

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah Thoghut, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Qs. Al Baqarah (2): 257

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَؤُلاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلا
أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ وَمَنْ يَلْعَنِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ نَصِيرًا

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya. Qs. An Nisaa’ (4): 51

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلالا بَعِيدًا

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Qs. An Nisaa’ (4): 60

الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. Qs. An Nisaa’ (4): 76

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُولَئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?“. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. Qs. Al Ma’idah (5): 60

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلالَةُ فَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). Qs. An Nahl (16): 36

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَى فَبَشِّرْ عِبَادِ
الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الألْبَابِ

Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. Qs. Az Zumar (39): 17-18


Catatan: Sangat disayangkan dalam catatan kaki pada beberapa ayat ini, oleh Depag Thoghut diartikan syetan atau menyembah kepada selain Alloh. Memang benar juga tapi makna yang sebenarnya kurang transparan dan susah dipahami.

Itulah sikap yang Alloh gambarkan kepada orang-orang beriman betapa Alloh murka terhadap Thoghut dan mewajibkan kita untuk menjauhi Thoghut atau berlepas diri dari ikatan sistem Thoghut. Alloh memberi kita jaminan keselamatan jika berlepas diri dari Thoghut, Alloh menjanjikan kemurkaan bagi siapa saja yang melanggar ikut kepada Thoghut. Apalagi dengan menjadi abdi Thoghut lebih ngeri lagi.

“Ya Alloh, kami berlindung kepadaMu dari segala kejahatan dunia baik yang tampak maupun yang tersembunyi.”

Insya Alloh dengan membaca ayat dan artinya Alloh akan memberikan pemahaman kepada para pembaca. Itulah Al Qur’an sangat mudah dipahami siapa saja karena Al Qur’an adalah Nur (cahaya). Buktinya banyak yang masuk Islam gara-gara membaca terjemahan Al Qur’an bahkan sebelum mereka kenal tafsir Al Qur’an.

Ini sekaligus membantah pendapat bahwa memahami Al Qur’an tidak boleh langsung tetapi harus melihat tafsir. Saya katakan” “Tafsir itu untuk membantu, sebagai referensi bukan sebagai tolak ukur. Buktinya banyak yang belajar tafsir tapi akhirnya malah menyelisihi ayat dan menjadi pendukung-pendukung sistem Thoghut.” Jadi tafsir bukan jaminan samasekali supaya Alloh memahamkan kita akan kandungan Al Qur’an. Al Qur’an ini akan mudah masuk ke dalam hati orang-orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Alloh dengan ikhlas.

Mohon doa kepada semua agar sistem Alloh Khilafatul Muslimin ini sebagai sistem Islami milik ummat Islam dan untuk seluruh manusia, cepat tegak agar kita semua selamat.

Semoga Alloh memandaikan kita, aamiin!

Related Articles

Add Comment