Kenapa Mereka Belum Sampai Kepada Khilafah

Category: Catatan, Khilafah 0 0

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Berbicara Khilafah di akhir zaman ini seolah-olah kita bicara tentang harapan mendapatkan dunkin donut di atas gunung. Seakan-akan hal yang mustahil untuk memulainya, terbukti dari banyaknya harokah-harokah yang terbentuk dalam rangka menuju kepada Khilafah. Coba perhatikan kalimat “dalam rangka menuju kepada Khilafah”. Artinya banyaknya pergerakan yang terbentuk tersebut pada saat ini bukan Khilafah tapi sedang menuju kepada Khilafah.

Masalah yang timbul adalah upaya kepada Khilafah itu sendiri beberapa diantaranya sampai puluhan tahun belum kesampaian juga kepada Khilafah. Bahkan sudah berganti generasi belum juga sampai kepada Khilafah. Sehingga kewajiban punya kholifah, baiat, berjamaah, berzakat semua belum bisa diwujudkan karena syariat tersebut adanya dalam wadah kekholifahan dan baru bisa dipraktekkan kalau Khilafahnya ada. Masalahnya dimana yah, kok memulai Khilafah sepertinya ribet amat?

Nah itu dia yang mau saya coret-coret disini siapa tahu jodoh (maksudnya semoga ketemu masalahnya).

Coba kita ke awal permasalahan. Berdasarkan hadits Nabi saw bahwa pembagian kurun atau fase ummat Islam ada lima:

  1. Masa Nubuwwah yaitu masa ketika Nabi Muhammad saw masih hidup.
  2. Masa Khilafah ala minhaj Nubuwwah, yakni masa Kholifah empat Khulafaurrasyidin.
  3. Masa Khilafah mulkan adhon, yakni masa Bani Umayyah dan Bani Abbassiyah.
  4. Masa Khilafah mulkan jabariyyan, yakni masa Bani Utsmaniyah Turki.
  5. Masa Khilafah ala minhaj Nubuwwah.

Kita lihat lima poin diatas, untuk poin nomor 1 dan 2 sepertinya semua orang sepakat.

Poin 3 ada yang sepakat tapi ada yang berpendapat lain. Pendapat lain adalah pada poin 3 disitu mencakup ketiga bani; Bani Umayyah, Bani Abbassiyah dan Bani Utsmaniyah. Ketiga masa bani tersebut masuk kepada fase poin 3.

Poin 4 sebagian kecil sepakat bahwa Mulkan Jabariyyan adalah Bani Utsmaniyah. Tapi sebagian besarnya mengikuti pendapat lain yang lebih mendominasi. Menurutnya poin 4 adalah masa-masa Hitler, Stalin, Mussolini dan semua penguasa dzalim yang ada hari ini.

Kalau komentar saya pribadi untuk poin 4, agak aneh kalau masa-masa penguasa yang bukan bagian dari Khilafah seperti tadi masa Hitler, Stalin, Mussolini dan semua penguasa yang ada hari ini, dimasukkan dalam kurun yang disebutkan Nabi saw diatas. Sebab masa atau fase-fase yang disebutkan dalam hadits Nabi saw dimaksudkan kepada kepemimpinan sistem ummat Islam, bukan kepemimpinan sistem orang lain. Jadi kepemimpinan di luar sistem Islam tidak dihitung dalam fase-fase Islam. Tapi yah, mungkin ada perhitungan lain jadi mereka menghitung para penguasa dzalim sejak masa runtuhnya Kekholifahan sampai penguasa pada hari ini dimasukkan dalam fase poin 4. Yah, begitulah hidup di dunia banyak-banyak pendapat.

Poin 5, nah ini yang cukup menjadi perdebatan. Apakah poin 5 ini masuk ke poin 2 atau kembali ke poin 1 sehingga disini timbulnya masalah. Kalau melihat suara mayoritas kebanyakan sepakat poin 5 jatuhnya ke poin 2 karena kalimatnya sama. Sama-sama “Khilafah ala Minhaj Nubuwwah”.

Namun dengan mengembalikan poin 5 ke poin 2, masalah baru muncul; pada poin 2 Khilafah ala Minhaj An Nubuwwah adalah Kholifah Abu Bakar, Kholifah Umar bin Khattab, Kholifah Utsman bin Affan dan Kholifah Ali bin Abi Thalib telah dianggap memiliki tentara dan kekuasaan. Jika fase terakhir pada poin 5 kembalinya ke poin 2 tentu akan memunculkan sebuah argumen baru “Khilafah harus memiliki Tentara, Wilayah dan Kekuasaan”.

Maka mungkin dari itulah jika pertanyaannya “Kenapa Mereka Belum Sampai Kepada Khilafah”?
Jawabannya adalah karena “Khilafah harus memiliki Tentara, Wilayah dan Kekuasaan”.

Jadi setelah saya coret-coret akhirnya ketemu masalahnya diatas. Bisa jadi proses yang saya tulis keliru tapi yang terpenting adalah outputnya bahwa ramai yang sepakat “Khilafah harus memiliki Tentara, Wilayah dan Kekuasaan”.

Lihat coretan saya disini, kalau minat tinggal klik ini Apa Yang Terjadi Jika Khilafah Dimulai Dengan Tentara, Wilayah dan Kekuasaan.

Related Articles

Add Comment