Khutbah Kholifah: Hukum Alloh Paling Tinggi Tapi Hukum Manusia Yang Digunakan (Video)

Category: Khutbah 0 0

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Video ini adalah dokumentasi khutbah jum’at Kholifah di masjid Pon-Pes Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI) Taliwang. Video ini adalah salahsatu dokumentasi selama acara Klarifikasi Daulah ke-2 pada jum’at, 24 Muharram 1434 H/7 Desember 2012 M berlangsung di Wilayah Sumbawa Barat yang bertempat di Maktab Daulah dan Wilayah Sumbawa Barat pada saat itu.

Khutbah Kholifah yang bertema “Hukum Alloh Paling Tinggi Tapi Hukum Manusia Yang Digunakan” memberikan gambaran para intelektual ummat Islam hari ini dimana mereka mengakui hukum Alloh lebih tinggi namun disisi lain membuat hukum lain untuk dilaksanakan. Singkat, padat dan seru! Insya Alloh khutbah ini mampu memberikan pencerahan bagi ummat Islam. Selamat melanjutkan, semoga Alloh memandaikan kita. Aamiin!

 

Khutbah Kholifah: Hukum Alloh Paling Tinggi Tapi Hukum Manusia Yang Digunakan (teks video)

Pembukaan khutbah pertama

Ibadalloh, sidang jum’at yang Insya Alloh dimuliakan Alloh

Setelah Rosululloh saw bersama sahabat berjalan setapak demi setapak melalui ayat yang diturunkan oleh Alloh melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw, satu demi satu ayat itu dilaksanakan. Dilaksanakan, tidak ada yang turun cuma dibaca, diupayakan pelaksanaannya. Maka ajaran Islam ini adalah ajaran yang menuntut orang yang meyakininya sebagai suatu kebenaran, dituntut bukti nyata dalam kehidupannya. Dan itulah nanti yang akan bernilai bagi dirinya untuk keselamatan dunia dan akheratnya. Sebab Alloh bukan Alloh akherat tetapi Alloh dunia dan akherat. Jadi Maalikul Aalamiin (Maha Raja seluruh Alam).

Oleh karena itu kalau kita betul diketahui oleh Alloh bahwa kita hidup apa yang ditetapkan dalam Din yang tadi ayatnya disebutkan bahwa telah sempurna Din itu. Karena pelaksanaan demi pelaksanaannya secara sempurna, maka sempurnalah Din. Tidak ada lagi perlu ditambah-tambah, tidak ada lagi perlu dikurang-kurang, sudah sempurna. Kata orang Indonesia sudah final sudah harga mati. Jadi kalau ada orang yang berpendapat bahwa Islam itu bukan harga mati, Islam itu bukan telah final; itu memang dia jahil. Dia tidak memahami Islam dan barangkali ada orang berpendapat bahwa Islam itu sempurna karena memang Alloh yang menciptakannya. Maha Mengetahui apa yang lewat, apa yang di depan, yang akan datang dan sampai Yaumil Qiyamah (hari kiamat) Alloh Maha Tahu. Jadi berpendapatlah orang yang beriman itu bahwa memang secara rasional dan kenyataan memang Alloh telah menurunkan ajaran yang sempurna. Tidak boleh dikurang tidak boleh ditambah.

khutbah-kholifah-khilafah-khilafatul-muslimin-nusafa-com
Khutbah Kholifah: Hukum Alloh Paling Tinggi tapi Hukum Manusia yang Digunakan

Tetapi ada juga mereka yang berpendapat bahwa ajaran dia, aturan yang dia bikin dia bilang sudah final sudah harga mati, saking bodohnya. Itu manusia-manusia kadang-kadang disebut karena sekolahnya tinggi disebutlah ia intelektual. Tetapi rupanya jadi lucu karena banyak intelektual yang bodoh. Kan mestinya intelektual itu pintar tapi banyak pada masa ini intelektual yang bodoh. Tidak memahami bahwa apa yang diciptakan dan dibuatnya sendiri itu penuh kekurangan. Maka perlu berubah, perlu berubah, perlu berubah; bukan sudah final apalagi harga mati. Wah itu betul-betul tidaklah sulit dan kalau diukur dengan ajaran Alloh maka itu merupakan suatu ancaman Alloh yang “wamay yabtagii goiril Islaama diina falaa yuqbala minhu wahuwa fil aakhiroti minal khoosirin” siapa saja yang mengambil tuntunan hidupnya selain Islam maka dia merugi, di akherat juga dan semua amalnya tidak diterima wa na’udzubillahi min dzaalik alangkah ruginya.

Secara rasional saja kalau akal kita sehat, tidak tolol banget, itu saja bisa dipahami bahwa semua orang juga yakin bahwa aturan Alloh itu akan lebih baik dari aturan manusia. Barangkali orang yang goblok-goblok saking awamnya masih bisa memahami hal itu. Tetapi sekarang apakah ada diantara banyak ulama yang tidak yakin? Tentu satupun tidak ada orang yang muballigh tidak usah yang tingkat ulama apalagi ulama, tidak ada satupun yang akan menjawab kalau ditanya: “Apakah aturan yang anda bikin lebih bagus dari aturan Alloh?” Pasti mereka menjawab semua: “Whoo bagus aturan Alloh!” kenapa nggak dipakai? Apakah itu bukan ketololan? Barangkali kalau disebut dia itu tolol, barangkali nggak seberapa. Tetapi kalau dia sampai kepada istilah munafik wah lebih ngeri lagi.

Bilangnya baik aturan Alloh daripada aturan kita ini kan. Kita ini kan bodoh-bodoh Alloh Yang Maha Pintar, kok ndak dipakai itu (aturan Alloh, Al Qur’an). Ini…, benar-benar ndak ini?

Inilah yang membuat kita repot dibuatnya. Kita yang bodoh-bodoh. Kita yang mengaku bodoh-bodoh tidak mengaku pintar tapi membuat kita yang mengaku bodoh-bodoh repot memikirkannya. Kok ada orang yang yakin bahwa aturan Alloh itu lebih baik daripada aturan manusia, kok ndak mau dipakai padahal dia yakin. Betul-betul nilainya down.

Jadi kalau itu suatu sifat munafik maka fii asfalam minan naar (berada di keraknya Neraka). Kalau itu Cuma sekedar kebodohan barangkali bisa kita ingatkan untuk dia kembali bertaubat. Barangkali itu kekeliruan-kekeliruan.

Mudah-mudahan para ulama ini yang sekedar keliru-keliru saja sehingga kita bisa ajak kepada yang Haq (kebenaran) untuk dia tidak tetap bertahan dengan posisinya. Jangan sampai dia bilang: “Ini sudah final, ini sudah harga mati.” Ini betul-betul mengherankan dan aneh luar biasa! Kalau Alloh yang bilang: “Ini sudah Islam! Yang mengambil tuntunan hidup selain Islam dia bakal celaka.” Jadi dia di akherat rugi dan semua aktifitas kerjanya di dunia ini tidak ada nilainya…, whoo alangkah ngerinya itu!

Mudah-mudahan kita dari Khilafatul Muslimin ini bisa mengajak ummat baik dia awwam atau tingkat menengah maupun intelektual. Semua yang sudah yakin bahwa ajaran Alloh lebih baik lebih sempurna dari ajaran manusia. Semua yang yakin itu mudah-mudahan diberi petunjuk oleh Allah untuk bersama-sama kita mendukung ajaran yang lebih baik dan maha sempurna itu, aamiin….!

Penutupan khutbah pertama.

Related Articles

Add Comment