Demi Keabsahan Zakat Anda, Salurkanlah Sesuai Tuntunan Islam

Category: Maklumat 0 0

Ma’lumat Zakat Khilafatul Muslimin

DEMI KEABSAHAN ZAKAT ANDA, SALURKANLAH ZAKAT SESUAI TUNTUNAN AJARAN ISLAM!

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Diumumkan kepada kaum Muslimin dimanapun berada, bahwa badan Amil Zakat, Infak dan Shodaqoh (BAZIS) KHILAFATUL MUSLIMIN telah siap menerima dan menyalurkan ZIS secara intensif dan transparan sebagai bagian ibadah kepada Allah SWT, sesuai dengan:

 

Al Qur’anul Karim

A. Qs. At Taubah (9) ayat 103:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”.

B. Qs At Taubah (9) ayat 60:
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk di jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

C. Qs At Taubah (9) ayat 34-35:
Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”

 

Hadits Rasulullah Shollallohu Alaihi Wasallam (As Sunnah)

A. Diriwayatkan dari Abu Hurairah
“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa diberi harta oleh Allah, lalu dia tidak menunaikan zakatnya, pada hari kiamat hartanya dijadikan untuknya menjadi seekor ular jantan aqra’ (yang kulit kepalanya rontok karena dikepalanya terkumpul banyak racun), yang berbusa dua sudut mulutnya. Ular itu dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat. Ular itu memegang dengan kedua sudut mulutnya, lalu ular itu berkata,’Saya adalah hartamu, saya adalah simpananmu’. Kemudian beliau Shollallohu ‘alaihi wa sallam membaca,’Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil menyangka … Al ayat’.” [HR Bukhari dan Muslim]

B. Diriwayatkan oleh Syafei dan Bukhari dalam buku Tarikh, dari Aisyah:
“Jika suatu harta dicampuri oleh harta yang menjadi bagian zakat pastilah akan dirusaknya.” Diriwayatkan oleh Humaidi dengan tambahan; Sabda Nabi: “Mungkin ada hartamu yang wajib dizakatkan tetapi kamu tidak mengeluarkan zakatnya, maka harta haram itu akan merusak yang halal.”

 

Praktek para Khulafaurrasyidin (sahabat-sahabat Nabi)

Sepeninggal Rosulullah Shollallohu Alaihi Wasallam, kaum muslimin menyetorkan zakatnya kepada kekholifahan Islam. Pada masa Kholifah Abu Bakar As Shiddiq berkuasa, ada segolongan kaum muslimin yakni Bani Ya’bu tidak menyetorkan zakatnya kepada Baitul Maal kekholifahan Islam atau mereka membagi-bagikannya sendiri maka kholifah memerangi mereka.

Abu Bakar berkata:
“Demi Allah saya akan memerangi orang yang membeda-bedakan antara shalat dan zakat. Sesungguhnya zakat itu adalah kewajiban mengenai harta, dan demi Allah! Seandainya mereka tidak hendak menyetorkan anak kambing yang pernah mereka berikan kepada Rosulullah SAW, saya akan memerangi mereka karena tidak mau membayarkannya.”

Umar bin Khattab berkata:
“Demi Allah rupanya Allah telah membuka hati Abu Bakar untuk melakukan peperangan hingga saya pun yakin bahwa tindakan itu benar. (Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq III, hal 24-25).

 

KETERANGAN

Manusia hidup hanya dalam dua sistem:
a. Sistem Islam
b. Sistem Non Islam

Kejayaan dan persatuan Ummat Islam di masa lalu salahsatu sebabnya adalah karena mereka senantiasa hidup dalam sistem Islam yakni sistem Khilafah Islamiyyah. Dengan sistem ini diharapkan ummat Islam dalam satu manajemen. Sebaliknya dengan meninggalkan sistem tersebut maka ummat Islam menjadi berpecah-belah dan akhirnya dikuasai oleh musuh-musuh Islam.

Khilafatul Muslimin mempelopori tegaknya kembali sistem Khilafah dengan mengikuti metode kenabian (Khilafah ala minhajin nubuwwah). Dimana para Nabi di awal dakwahnya memaklumatkan kepemimpinannya kepada ummat (Qs 26:107, 125, 143, 162, 178 dan Qs 7: 158). Dengan tegaknya sistem Islam maka diharapkan semua potensi ummat dapat diarahkan dan dioptimalkan untuk kepentingan Islam semata. Sebaliknya ketiadaan sistem Islam maka potensi ummat tercerai-berai dan dimanfaatkan oleh sistem-sistem non Islam.

Allah Subhanahu Wata’aala berfirman, bahwa orang-orang beriman bila selalu tetap beriman dan beramal sholeh (mengamalkan Al Qur’an dan Sunnah) dalam sistem Islam (taat pada Allah, taat pada Rosul dan Ulil Amri dari orang-orang beriman/Kholifah), seperti dalam Qs 4: 59, niscaya Alloh akan memberikan pada mereka kekuasaan di muka bumi (Qs 24: 55).

Karena itu kepada kaum Muslimin khususnya kepada Aghniya atau Muzakki diharapkan dapat menyetorkan Zakat, Infak dan Shodaqohnya (ZIS) sebagaimana yang telah ditetapkan menurut Al Qur’an dan As Sunnah serta yang telah dipraktekkan oleh para sahabat Rosulullah Shollallohu Alaihi Wasallam.

Dengan MAKLUMAT ini maka BAZIS KHILAFATUL MUSLIMIN telah melepaskan tanggungjawab kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala terhadap upaya pelaksanaan ZIS menurut yang telah dicontohkan oleh Rosulullah SAW dan para Khulafaurrasyidin.

Wabillahi taufik wal hidayah,
Wassalamu’alaikum Wr.Wb

BADAN AMIL ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH (BAZIS)
KHILAFATUL MUSLIMIN

Alamat: Masjid Kekholifahan Jl WR Supratman Bumiwaras Teluk Betung – Bandar Lampung
TELAH SIAP MENERIMA DAN MENYALURKAN ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH SECARA INTENSIF DAN TRANSPARAN SEBAGAI BAGIAN DARI IBADAH KEPADA ALLAH
Kirimkan zakat anda ke nomor Rekening Wazir Zakat Pusat Kekholifahan:

No Rek : 5807 01 000164 53 0
A/N : INDRA FAUZI

 Setelah mengirimkan zakat harap konfirmasi ke no HP: 0812 7962 0771

==========================

ZAKAT MAAL:

BARANG SIMPANAN

Emas, perak, uang, intan, berlian dan yang diperdagangkan (tijarah).
Nisabnya 94 gram emas, dizakatkan 2.5%, setiap setahun sekali.
Jika berupa perhiasan (bukan untuk simpanan), maka disetorkan zakatnya saat memilikinya walaupun tidak sampai nisab.

BINATANG TERNAK (AL AN’AM)

Kambing, nisabnya 40 ekor, dizakatkan setiap setahun sekali, satu ekor kambing umur 2 tahun.
Unta, Sapi, Kerbau atau Kuda nisabnya 30 ekor, dizakatkan setiap setahun sekali, satu ekor umur 1 tahun.
Jika jumlah mencapai 40 ekor, maka zakatnya satu ekor umur 2 tahun, dikeluarkan setiap tahun.

HASIL PERTANIAN (AZ ZIRA’AH)

Padi, jagung, sayuran, umbi-umbi, dan buah-buahan.
Nisabnya senilai 750 Kg beras, atau 1350 Kg gabah. Dizakatkan 10% setiap panen.
Jika menggunakan irigasi (biaya penyiraman), zakatnya 5% setiap kali panen.

BARANG TERPENDAM (AR RIKAZ)

Dizakatkan 20% tanpa nisab.

Related Articles

Add Comment