Mengenal Sistem Hidup Menurut Al Qur’an

Category: Catatan, Khilafah 2 0

Dewasa ini kondisi daratan dunia sudah tersekat sesuai pengakuan Internasional menjadi petakan-petakan negara dengan batasan masing-masing. Setiap Negara memiliki aturan sendiri dalam mengatur rakyatnya. Sebagian negara memiliki aturan yang serupa dan sebagiannya lagi memiliki aturan yang berbeda. Aturan Negara ini dikenal dengan “Sistem Hidup atau Sistem Bernegara.

Ada beragam macam sistem bernegara yang diterapkan oleh masing-masing Negara di muka bumi ini. Nah, disini saya tidak akan menyebutkan satu persatu tentang macam-macam sistem hidup atau sistem bernegara di dunia tetapi disini saya ingin menyampaikan kepada anda tentang sistem hidup menurut definisi umum dan menurut Al Qur’an. Sistem hidup menurut Al Qur’an adalah poin!

Kalau melihat definisi umum, Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Atau kalimat sederhananya sistem adalah sebuah kesatuan yang terbagi kepada bagian-bagian dengan tugas dan fungsi masing-masing untuk mencapai tujuannya.

Kalau kita coba menelusuri Al Qur’an apakah ada bicara tentang sistem? Pastinya ada. Sebab Al Qur’an itu memiliki keterangan lengkap, bersifat universal dan sudah final. Kalau berbicara sistem menurut Al Qur’an, maka sistem memiliki empat unsur berdasarkan keterangannya sebagai berikut:

 

Unsur pertama: 
Kekuasaan berdasarkan Qs. Al Waqi’ah (56): 86-87

فَلَوْلا إِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ, تَرْجِعُونَهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?

 

Unsur kedua:
Ketaatan berdasarkan Qs. An Nahl (16): 52

وَلَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَلَهُ الدِّينُ وَاصِبًا أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَتَّقُونَ

Dan kepunyaan-Nya-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan untuk-Nya-lah Ketaatan itu selama-lamanya. Maka mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah?

 

Unsur ketiga: 
Undang-Undang, Hukum Pidana/Perdata yang harus ditaati berdasarkan Qs. Yusuf (12): 76

كَذَلِكَ كِدْنَا لِيُوسُفَ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ أَخَاهُ فِي دِينِ الْمَلِكِ إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ

Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang Raja, kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha mengetahui.

 

Unsur keempat:
Pembalasan, Peradilan, Vonis berdasarkan Qs. Al Fatihah (1): 4

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Yang Menguasai hari Pembalasan

Catatan disini, unsur sistem dalam bahasa arab ditandai dengan warna orange.

Jadi Sistem hidup kalau dilihat menurut Al Qur’an menggunakan kata الدِّينِ (Ad Din) terdiri dari empat unsur yang sudah saya tuliskan diatas. Empat unsur sistem tersebut adalah: Kekuasaan, Keta’atan, Undang-Undang, Peradilan.

Coba perhatikan sedikit pengulangan disini:


SISTEM adalah الدِّينِ
Unsur-unsur الدِّينِ = Kekuasaan, Keta’atan, Undang-Undang, Peradilan
SISTEM Dunia = Komunis, Demokrasi, Kerajaan

AGAMA terjemahan arabnya الدِّينِ
AGAMA = Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha, Konghucu, Sinto, dll

Kalau disimpulkan sebagai berikut:

الدِّينِ = AGAMA
الدِّينِ = SISTEM

 artinya:
SISTEM = AGAMA
SISTEM = Komunis, Demokrasi, Kerajaan
AGAMA = Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha, Konghucu, Sinto, dll

الدِّينِ = AGAMA, SISTEMIslam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha, Konghucu, Sinto, Komunis, Demokrasi, Kerajaan dan semua bentuk الدِّينِ lainnya di dunia ini.


Cukup mengagetkan yah hasil coret-coretnya? Perhatikan firman Alloh Qs. Al Fath (48): 28 berikut ini berkenaan dengan الدِّينِ atau sistem:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa Petunjuk dan Agama yang Haq agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Diutusnya Nabi Muhammad saw adalah agar الدِّينِ Islam dimenangkan terhadap semua agama atau sistem hidup lainnya yang ada di muka bumi.

Maka الدِّينِ adalah segala bentuk sistem hidup yang menata, mengatur dan mengikat hidup manusia.

Barangsiapa yang hidup dalam aturan/syariat Alloh berarti ia berada dalam الدِّينِ Alloh.

Sebaliknya mungkin manusia berada dan tunduk patuh pata aturan/syariat yang dibikin oleh manusia atau penguasa maka ia akan berada dalam الدِّينِ manusia atau الدِّينِ penguasa. Biasa dalam Islam الدِّينِ buatan manusia dikenal dengan istilah Sistem Thoghut.

Baiklah, demikian ajang berbagi kita. Kalau mau tahu gambaran tentang Thoghut supaya paham bisa kesini Penjelasan Sederhana Sistem Alloh dan Sistem Thoghut.

Semoga Alloh memandaikan kita, aamiin!

Related Articles

Add Comment