Mereka Bersumpah Dengan Al Qur’an Lalu Mereka Melemparnya

Category: Catatan 0 0

Perkembangan paham ummat Islam hari ini bisa dibilang memprihatinkan bahkan kalau ada bahasa diatas itu mungkin lebih cocok lagi. Dimana pola berfikir ummat sudah tercampuri antara yang haq dan bathil sehingga hampir tidak bisa dibedakan lagi bentuk keduanya. Mana yang Alloh ridhoi dan mana yang Alloh murkai sudah susah dipilah-pilah.

Hal ini selain karena pengaruh media terhadap mindset ummat, juga karena pengaruh bimbingan para ulama-ulama yang menjelaskan kebenaran sebagian dan menyembunyikan kebenaran sebagiannya lagi. Amat murka Alloh atas perilaku umala-ulama yang demikian itu.

Yang paling parah adalah ketika urusan agama Islam ini sudah tercampuri dengan paham-paham lain sehingga muncullah hal-hal baru yang sangat menakutkan. Ulama-ulama yang bungkam terhadap kebenaran dan lebih mengutamakan popularitas dunia, hari ini sudah bertebaran banyak dimana-mana turut berperan memperparah suasana.

Maka disini saya mau menceritakan tentang apa yang terjadi di Indonesia, negeri dimana saya berada.

Perhatikan 4 ayat berikut dalam Surah Al Mujaadilah (58) ayat 14-17:

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui.

Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.

Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi (manusia) dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan.

Harta benda dan anak-anak mereka tiada berguna sedikitpun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, dan mereka kekal di dalamnya.

Didalam aturan Negara Pancasila ini, berdasarkan BAB III KEKUASAAN PEMERINTAH NEGARA Pasal 9 Ayat 1 berbunyi sebagai berikut:


Sumpah Jabatan Presiden

Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-balknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa.


Coba perhatikan, sumpah jabatan presiden Indonesia berdasarkan undang-undang 1945 mensyaratkan pelantikan seorang pejabat Negara menggunakan Kitabullah Al Qur’an. Dimana anehnya?

Wahai saudara seiman, tahukah bahwa Al Qur’an diturunkan untuk diterapkan dalam kehidupan orang Islam, orang beriman. Dari hal terkecil sekalipun Al Qur’an atur supaya orang Islam mendapat pahala jika melaksanakan sesuai aturan.

Lalu manusia yang merasa pintar membuat aturan lain selain Al Qur’an sebagai tandingan, kemudian menghina Al Qur’an dengan sumpah jabatan yang diharuskan menggunakan Al Qur’an di atas kepalanya saat bersumpah atas nama Alloh. Karena setelah itu, sumpah telah terucapkan serta merta Al Qur’an dibuang dari kehidupan dengan mengambil UUD 1945 sebagai gantinya.

Itu menghina Al Qur’an namanya.

Pikirkan lagi, Alloh selaku Sang Pencipta manusia membuat aturan bernama Al Qur’an untuk diterapkan oleh manusia dalam kehidupannya. Lalu manusia bersumpah untuk sebuah urusan penting dengan Al Qur’an tapi setelah itu Al Qur’an digantikan dengan aturan buatan Soekarno disepakati menjadi UUD 1945 berlandaskan seekor burung fiksi Garuda Pancasila.

Kalau coretan saya ini dibaca oleh haluan “salah fikir” mereka akan berargumen bahwa Rosulullah saw memerintahkan orang-orang Islam agar taat kepada pemimpin selama dia shalat.

Saya katakan: “Hei! Jangan sia-siakan usaha anda sekolah jauh hingga ke Timur Tengah dengan pendapat bodoh seperti itu.” Sesungguhnya Alloh menyuruh setiap Ulil Amri menjalankan Al Qur’an dan As Sunnah dalam urusan pemerintahannya. Jika dia dzolim perhatikanlah sholatnya. Jika dia tetap sholat maka ta’atilah meskipun kamu dicambuk.

Hadits itu benar dan itu berlaku dalam sistem Islami berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah. Tapi kalau landasan hukumnya bukan Al Qur’an dan As Sunnah masa bodoh dia sholat atau tidak sholat, toh Alloh sangat melarang hal tersebut dan tidak ada ketaatan sedikitpun kepada pemerintahan yang sedemikian. Bahkan tidak ada urusannya dengan hadits yang disampaikan oleh Nabi saw tadi, karena hadits Nabi dimaksudkan kepada pemerintahan Islami, bukan yang diluar Islam.

Kok bisa-bisanya Al Qur’an yang suci dan mulia dimanfaatkan untuk menegakkan hukum lain yang hina disisi Alloh?

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (Qs. Al Ma’idah: 50).

Demikian, jika berminat telusuri lebih dalam lagi bisa baca ini Penjelasan Sederhana Sistem Alloh dan Sistem Thoghut.

Related Articles

Add Comment