Pancasila Mampu Pertahankan Bhineka Tunggal Ika, Bagaimana Kalau Al Qur’an?

Category: Catatan 0 0

Siapa yang tidak kenal dengan Soekarno? Seorang Presiden pertama Indonesia sekaligus orator ulung yang mampu menggemparkan dunia pada masanya. Bahkan sampai hari ini banyak orang yang terus memuji-muji akan kehebatan beliau.

Soekarno lah yang telah merumuskan Pancasila. Sebuah rumusan ideologi Negara Indonesia yang terus dipertahankan hingga sekarang. Pancasila adalah landasan Negara Indonesia yang dianggap mampu mempertahankan Bhineka Tunggal Ika.

Bhineka Tunggal Ika merupakan kalimat yang dicetuskan oleh Mpu Tantular dalam bukunya Sutasoma di abad ke-14 pada masa Kerajaan Majapahit berjaya. Mpu Tantular adalah seorang penganut Budha namun merasa tenang untuk bernaung di kerajaan Majapahit saat itu meskipun kerajaan penganut Hindu.

Akhirnya ungkapan Bhineka Tunggal Ika yang bermakna “Berbeda-Beda Tapi Tetap Satu” ini menjadi semboyan Negara. Kalimat tersebut tertulis jelas dalam cengkeraman burung garuda Pancasila. Burung Garuda sendiri didalam mitos agama Hindu merupakan kendaraan bagi Dewa Wisnu.

 Semboyan Bhineka Tunggal Ika ini menjadi simbol pengikat keberagaman yang ada di Nusantara Indonesia. Maka sebagai pengawal dari semboyan yang sakral bagi Negara ini terciptalah ideologi Pancasila yang kemudian disandingkan dengan Bhineka Tunggal Ika.

Ideologi Pancasila hasil karya besar Soekarno seorang proklamator kemerdekaan Indonesia dianggap Mampu Wujudkan Bhineka Tunggal Ika atau berbeda-beda tapi tetap satu didalam tatanan negara Indonesia yang penuh dengan keberagaman agama, kultur dan budaya. Dengan ideologi Pancasila karya Soekarno inilah yang dianggap paling tepat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Bagaimana dengan Al Qur’an?

 Al Qur’an adalah kitab suci ummat Islam dimana pun berada. Al Qur’an sendiri merupakan firman Alloh yang diwahyukan kepada manusia paling sempurna di dunia, Nabi Muhammad saw lewat perantaraan Malaikat Jibril as. Diturunkannya Al Qur’an sebagai landasan hukum atau undang-undang yang mengatur kehidupan ummat Islam dan ummat yang mau tunduk dalam ajaran Islam.

Kemuliaan Al Qur’an diatas seluruh kitab-kitab dan ajaran-ajaran manusia manapun di muka bumi. Kebenaran yang dibawa dalam ajaran Al Qur’an adalah mutlak yang tidak satupun dapat menyamainya, apalagi menandinginya. Al Qur’an sebagai satu-satunya petunjuk yang diridhoi oleh Alloh, juga sebagai obat penawar bagi orang-orang yang mengimaninya.

Jika dibandingkan, antara Al Qur’an yang dikarang oleh Alloh Yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui segala sesuatu, Yang telah menciptakan manusia sempurna Nabi Muhammad saw, juga menciptakan seluruh manusia-manusia hebat di dunia bahkan Soekarno sekalipun Alloh lah yang ciptakan. Jika dibandingkan dengan ajaran Pancasila karangan Soekarno, kira-kira mana yang lebih baik untuk mewujudkan semboyan “Berbeda-beda tapi satu jua” atau lebih dikenal Bhineka Tunggal Ika”?

Kira-kira jika ajaran Pancasila yang dikarang oleh seorang manusia sama seperti kita lalu diganti dengan ajaran Al Qur’an yang merupakan firman Alloh yang wajib dita’ati, apakah tidak lebih baik dalam mewujudkan kesatuan bangsa bahkan dunia?

Kira-kira apakah salah jika ajaran Pancasila yang telah bercampur bermacam ideologi dalam merumuskannya, kita sendiri tidak yakin sejauh mana kebenarannya, lalu kita dengan ikhlas menukarkannya dengan ajaran Al Qur’an hasil karya Alloh Maha Pencipta, tentunya yang telah menciptakan dunia ini termasuk daratan Nusantara tempat kaki kita berpijak. Kira-kira lebih baik yang mana?

Related Articles

Add Comment