Kontroversi: Persamaan Dan Perbedaan Antara Al Qur’an Dan UUD 1945

Category: Catatan 0 0

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Disini saya mau mencoba mengupas secara ringkas mengenai Al Qur’an dan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945). Bentar dulu, judul tulisan ini jangan sampai saya dituduh bid’ah ata khurafat yah, dibaca sampai habis baru kesimpulan. Ok!

Baiklah, pastinya rakyat Indonesia sudah pada tahu keduanya Al Qur’an dan UUD 1945. Tapi kalau lebih kedalam lagi maka kebanyakan masih awam, masih belum mengerti hakekat sebenarnya tentang kedua kitab diatas; Al Qur’an dan UUD 1945. Kebanyakan beranggapan bahwa keduanya berjalan mulus saja jika diterapkan dalam peraturan suatu Negara, misalnya di Indonesia. Soalnya kebanyakan sih, dari ummat ini kalau baca Al Qur’an tidak baca dengan artinya. Sedangkan soal UUD 1945 kebanyakan yang serius sekolah saja yang paham, sekian persen rakyat Indonesia gak ngerti sama UUD 1945, maksudnya tidak tahu isinya apa. Mungkin udah dianggap sebagai urusan pemerintah saja, kita mah mangut-mangut aja apa kata pemerintah (disitu kadang saya merasa ngeri).

Ohya sebelumnya, bagi warga diluar Indonesia, UUD 1945 adalah perundang-undangan yang menjadi landasan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI ini.

Sekedar cerita sedikit, dulu waktu saya kuliah semua fakultas dan jurusan wajib mendapat pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di semester I. Waktu itu tepat pelajaran Pancasila, kebetulan dosen kami perempuan hijaber lulusan fakultas hukum dan sudah mengajarkan Pancasila selama 15 tahun (hasil saya ngobrol pribadi sama bu dosen jadi tahu sedikit tentang beliau).

Waktu itu di kelas ramai hampir 60 mahasiswa sibuk debat soal pancasila. Debat yang paling panas datangnya dari anak-anak harokah. Ciri mereka celana tiga perempat dan jenggotan, dari roman wajah kelihatan pokoknya. Anak-anak harokah ini yang ngotot menyalahkan pancasila; kenapa negara harus menggunakan UUD 1945 sedangkan Al Qur’an sudah lengkap? Begitu kurang lebih ungkapan anak-anak harokah. Bu Dosen menjelaskan bahwa UUD 1945 sudah menjadi ketetapan dan kesepakatan bersama. Telah final penyusunannya dan pantas untuk ditaati.

Suasana gaduh oleh beberapa mulut mahasiswa dengan dosen. Dari pihak mahasiswa juga terjadi pro dan kontra. Hingga akhirnya ada satu mahasiswa yang sedari awal diam saja akhirnya angkat bicara.

Kalau dilihat dari keduanya, sebenarnya pancasila telah menetapkan aturan-aturan yang mendukung kebenaran untuk mewakili Al Qur’an. Jadi UUD 1945 sudah mewakili Al Qur’an sehingga layak digunakan.” Setelah kalimat tersebut diucapkan langsung anak-anak harokah itu bungkam, entah apa yang membuat mereka bungkam mengalah.

Tepuk tangan satu kelas bu dosen dan para mahasiswa langsung terdengar. Bu dosen pun menaruh salut kepada si mahasiswa yang jawab tadi.

Cerita diatas bukan inti tulisan ini, tetapi hanya berusaha memberi gambaran bahwa Al Qur’an dan UUD 1945 dari kacamata tingkat mahasiswa seperti itu adanya. Baiklah, saya masuk ke inti pembahasan Persamaan dan Perbedaan antara Al Qur’an dan UUD 1945. Letaknya dimana?

PERSAMAAN

Sebelumnya perlu diketahui supaya lebih mudah memahami. Berikut sekilas data Al Qur’an dan UUD 1945:

  • Al Qur’an terdiri dari 30 juz, 114 surat dan 6236 ayat.

  • UUD 1945 terdiri dari 20 bab (juz), 73 pasal (surat) dan 194 ayat (3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan).

Saya ulang yah, biar tidak lupa:

Al Qur’an terdiri dari:

  1. 30 juz

  2. 114 surat

  3. 6236 ayat

UUD 1945 terdiri dari:

  1. 20 bab

  2. 73 pasal

  3. 194 ayat

Persamaan Al Qur’an dan UUD 1945 adalah:

  • sama-sama terdiri dari juz atau bab, surat atau pasal dan ayat.

  • sama-sama merupakan undang-undang untuk mengatur kehidupan manusia.

  • sama-sama diterapkan dalam sistem.

  • sama-sama ideologi, dalam Islam ideologi disebut Aqidah.

  • sama-sama merupakan kitab pegangan wajib.

  • sama-sama untuk kebaikan bagi pengikutnya masing-masing.

PERBEDAAN

Perbedaan yang dapat saya simpulkan disini adalah sebagai berikut:

  • Al Qur’an adalah wahyu Alloh, UUD 1945 adalah karangan manusia.

  • Al Qur’an diterapkan dalam Islam, UUD 1945 diterapkan dalam Demokrasi Pancasila.

  • Al Qur’an bersifat universal artinya berlaku di seluruh dunia, UUD 1945 hanya berlaku di Negara Indonesia.

  • Al Qur’an kitab untuk sistem Islam, UUD 1945 kitab untuk sistem Demokrasi Pancasila.

  • Al Qur’an kebaikannya menurut Alloh, UUD 1945 kebaikannya menurut manusia yang mengarang.

  • Al Qur’an untuk kesejahteraan bersama, UUD 1945 untuk kesejahteraan penguasa dan yang dibelakangnya.

Setelah saya menelusuri persamaan dan perbedaannya rupanya kedua kitab ini memiliki jarak dan sifatnya sendiri. Saya mengambil kesimpulan bahwa kedua kitab ini Al Qur’an dan UUD 1945 tidak bisa disandingkan dalam satu sistem hidup yang sama. Karena keduanya memiliki kandungan isi yang berbeda sehingga hanya dapat berfungsi jika diterapkan pada sistem masing-masing.

Dan setelah bongkar kebiasaan lama (bukan iklan white coffee yah), terbukti Al Qur’an digunakan dalam sistem hidup Islami yang dikenal dengan Khilafah atau Khilafatul Muslimin, sistem kekholifahan milik kaum muslimin. Sedangkan UUD 1945 digunakan dalam sebuah sistem demokrasi Indonesia yang dikenal sistem Pancasila.

Maka dari itu, setelah tujuh tahun berlalu barulah saya pahami bahwa jawaban mahasiswa yang mengatakan UUD 1945 sudah termasuk mewakili Al Qur’an sehingga layak digunakan kemudian jawaban tersebut diiringi tepuk tangan dosen dan sekelas mahasiswa pada saat itu, ternyata sebuah kesalahan. Malu kalau mengingatnya karena mahasiswa itu adalah saya. :(( :(( :((

Related Articles

Add Comment