Kisah Hikmah: Ya Alloh Siapakah Jodohku

Category: Catatan, Kisah 0 0

Sahabat saya menceritakan kisah tetang seorang ustadzah.

Adalah ustadzah muda di suatu kota Indonesia yang tidak bisa saya sebutkan. Ustadzah ini ditugaskan untuk mengajar di sebuah SMP. Saat itu beliau masih gadis waktu mendapat tugas mengajar. Kegiatan mengajar ini berlangsung sampai batas waktu yang telah ditetapkan dan ketika tiba waktunya maka ustadzah ini berpamitan karena telah selesai dari masa tugasnya di sekolah SMP tersebut.

Waktu terus berjalan dan umur semakin bertambah. Dalam keadaan demikian yang ada dalam benak seorang wanita adalah perkara jodoh. “Siapakah jodohku” kira-kira itulah yang terpikirkan. Hingga suatu hari sepertinya harapan ustadzah terkabulkan. Seorang ikhwan datang ke rumahnya untuk melamar.

Namun hidup ini diatas kehendak Alloh, ketika sudah dilamar dan menuju proses ke pelaminan ikhwan tersebut membatalkan menikah dengan si ustadzah. “Ya Alloh, inilah yang terbaik karena semua yang terjadi di dunia adalah ujianMu…”

Usai kejadian tersebut, berselang beberapa waktu lamanya Alloh datangkan lagi lamaran seorang ikhwan ke rumah si ustadzah. Setelah ta’aruf akhirnya kedua pihak keluarga deal dan menentukan kapan waktu yang tepat. Dalam perjalanan menuju hari yang ditunggu-tunggu Alloh punya kehendak. Karena satu dan lain hal ikhwan ini mundur dan membatalkan pernikahannya. Subhanalloh.

Begitulah berkali-kali ikhwan datang melamar ustadzah tersebut, ketika kesepakatan sudah dicapai selalu berujung gagal. Semua ini rahasia Alloh, sepertinya Alloh punya kehendak lain yang lebih baik dari semua yang sudah dilalui oleh ustadzah muda ini meskipun melaluinya sangat berat..

Suatu saat datang seorang ikhwan muda. Dia masih berstatus sebagai mahasiswa datang melamar si ustadzah. Kali ini cukup mengherankan, sebab saat ta’aruf soal usia mereka memiliki jarak usia yang lumayan jauh. Antara ustadzah dan ikhwan yang lebih muda ini jaraknya 15 tahun! Masya Alloh.

“Apa tidak salah melamar saya? Masih banyak gadis-gadis diluar sana yang jaraknya tidak terlalu jauh seperti saya.”

Ikhwan muda tersebut tetap pada prinsipnya untuk melamar si ustadzah. Maka seperti biasa setelah melewati ta’aruf sepakatlah kedua pihak untuk menikah. Sepertinya ini merupakan edisi yang unik dalam hidup si ustadzah, dilamar oleh pemuda yang jauh usianya dibawah umurnya. Maka hari-hari mendebarkan jantung menuju pelaminan akhirnya dalam penantian. Ada kekhawatiran dalam hati si ustadzah. Apakah seperti yang sudah-sudah begitu sudah sepakat malah batal di tengah jalan.

Alloh Maha Berkehendak. Ustadzah dan ikhwan muda ini akhirnya sampai juga kepada pernikahan dan mereka kini telah menjadi suami istri yang sah. Segala pujian bagi Alloh atas ketetapan yang berakhir baik ini.

Pada malamnya, si ikhwan muda yang kini telah menjadi suaminya bercerita kepada ustadzah yang kini telah menjadi istrinya. Si ikhwan cerita bahwa dia dulu salahsatu siswanya si ustadzah saat mengajar di SMP. Dulu waktu si ustadzah mengajar di kelas, si ikhwan yang masih remaja saat itu merasa tertarik kepada ustadzah ini. Tapi mau PDKT kayaknya tidak mungkin. Akhirnya si ikhwan selalu meminta kepada Alloh semoga si ustadzah ini jodohnya.

Setelah masa pengabdian si ustadzah dari sekolah SMP tersebut si ikhwan saat itu merasa sangat sedih dan kehilangan harapan. Tapi doa terus dia lantunkan kepada Alloh “semoga ustadzah itu jodoh saya”.

Alloh Maha Mengetahui segala rahasia. Dalam perjalanan waktu si ikhwan ini terus mencari informasi tentang si ustadzah. Sempat sedih saat mendengar kabar bahwa ustadzah dilamar orang. Namun doa tiada putusnya dan harapan tetaplah harapan. Hingga akhirnya Alloh kabulkan dan kini si ustadzah telah duduk di sampingnya sebagai istri.

Ustadzah yang kini telah menjadi istrinya hanya tersenyum. Jadi inilah jawaban dari ujian yang Alloh berikan kepadanya, ternyata jodohnya terikat pada doa si ikhwan muda ini yang dulu adalah siswanya sendiri.

Maka dari itu, jika ada harapan berdoalah kepada Alloh. Alloh menyukai hambaNya yang selalu meminta. Semoga ada jodoh yang bisa mendekatkan hati kepada Alloh.

Kuatkan kesabaran karena “Barangsiapa bersabar maka sampailah ia”.

Related Articles

Add Comment