Hadits Bani Israil Dipimpin Para Nabi Dan Warisan Kepemimpinan

Category: Hadits, Kepemimpinan 3

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ فُرَاتٍ الْقَزَّازِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا حَازِمٍ قَالَ قَاعَدْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ خَمْسَ سِنِينَ فَسَمِعْتُهُ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ الْأَوَّلِ فَالْأَوَّلِ أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ

Abu Hurairah r.a berkata : Rasulullah saw bersabda : “Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh Nabi, tiap mati seorang Nabi digantikan oleh Nabi lainnya, dan sesudah aku ini tidak ada lagi nabi, dan akan terangkat sepeninggalku Khalifah-Khalifah dan akan banyak. Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah apa pesanmu kepada kami?” Jawab Nabi: “Tepatilah baiatmu yang pertama, dan berikan kepada mereka haknya, dan mohonlah kepada Allah bagimu, maka Allah akan menanyakan mereka dari hal apa yang diamanatkan dalam memelihara hambanya.”

 

Hadits Ini Tentang Kepemimpinan Orang Beriman

Sejak dahulu Bani Israil termasuk bangsa yang beruntung, sebab banyaknya Nabi-Nabi yang diturunkan di kalangan mereka. Hanya saja mereka congkak dan sombong sehingga Allah azab mereka menjadi bangsa yang terbuang.

Pasal yang akan kita fokus disini adalah tentang Kepemimpinan orang-orang beriman berkaitan dengan hadits diatas. bahwasanya sejak dahulu kala dimana ada diutus Nabi maka disitu pula akan muncul hamba-hamba Allah yang beriman.

Maka hamba-hamba Allah yang beriman ini tentu membutuhkan pemimpin beriman pula yang akan memimpin golongan beriman dalam menyembah kepada Allah. Maka pemimpin orang-orang beriman dimasa para Nabi adalah Nabi yang hidup diantara mereka itu sendiri.

Apabila wafat seorang Nabi selaku Pemimpin maka Allah akan utus kembali Nabi yang lain guna melanjutkan kepemimpinan orang-orang beriman. Kala itu orang-orang beriman sedikit, kebanyakan para Nabi yang diutus Allah diuji dengan kekalahan. 

Nah, kekalahan disini bukan berarti Nabi yang mengalami waktu itu gagal dalam misi dakwah. Akan tetapi agar menjadi pelajaran bagi orang-orang beriman dimasa yang akan datang.

Turun-temurun kepemimpinan diamanahkan kepada Nabi-Nabi yang sebagian besar adalah lemah dari segi jumlah umat dan kekuatan. Tapi ini adalah Sunnatullah sebagai pelajaran bagi kita pada hari ini. Barulah dimasa Nabi Muhammad SAW kepemimpinan orang-orang beriman mencapai kejayaannya, dimana Nabi SAW berhasil menakhlukkan Mekkah dan Madinah tunduk dibawah Islam lewat jalan damai. Meskipun sebelumnya dihiasi dengan beberapa kali peperangan.

 

Hakekat Para Nabi dan Khalifah-Khalifah

Pelajaran diatas yang dapat diambil adalah semua Nabi yang telah mendapat amanah dari Allah menjadi Pemimpin orang-orang beriman pada masanya adalah sah kepemimpinannya meskipun sebagiannya dalam keadaan kalah dan lemah. 

Para Nabi adalah Khalifahtullah fil ardi, mereka adalah Khalifah-Khalifah Allah di muka bumi pemimpin orang-orang yang bertaqwa kepada Allah. Namun gelar Nabi yang ada pada mereka lebih tinggi daripada Khalifah, maka gelar Nabi yang lebih diutamakan penyebutannya daripada Khalifah.


Dalam Wikipedia Khalifah (Arab:خليفة Khalīfah) adalah gelar yang diberikan untuk pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW (570–632). Khalifah juga sering disebut sebagai Amīr al-Mu’minīn (أمير المؤمنين) atau “pemimpin orang yang beriman”, atau “pemimpin orang-orang mukmin“, yang kadang-kadang disingkat menjadi “amir”.


Artinya para Nabi adalah Khalifah-Khalifah pemimpin kaum bertaqwa dari kalangan Nabi dan Rasul, bukan dari kalangan manusia biasa derajatnya seperti kita.

Maka sesudah kepemimpinan Khalifah-Khalifah dari kalangan Nabi ini, diakhiri dengan wafatnya Rasulullah saw. Sehingga estafet kepemimpinan Khalifah-Khalifah ini dialihkan kepada manusia biasa yang bukan Nabi yang kemudian diangkat menjadi Khalifah.

 

almahdi-khilafah-khilafatul-muslimin-nusafa-com
khilafatul muslimin nusafa.com

Terbukti dalam sejarah bahwa Khalifah di muka bumi yang diangkat dari kalangan bukan Nabi adalah Khalifah Abu Bakar As Shiddiq. Kemudian kelanjutan kepemimpinan Khalifah-Khalifah dari kalangan manusia biasa ini terus dilanjutkan kepada Khalifah Umar bin Khattab, Khalifah Utsman bin Affan, Khalifah Ali bin Abi Thalib, Khalifah Muawiyah bin Abu Sofyan dan seterusnya.

 

Baca juga Latar Belakang Kembalinya Khilafatul Muslimin (Khilafah)

Baca juga Penjelasan Lengkap Tentang Apa Itu Khilafah

Baca juga Penjelasan Syirik Dalam Pemerintahan Negara

 

Kepemimpinan Khalifah Berakhir

Kepemimpinan Khalifah-Khalifah ini sempat berjaya dan juga sempat timbul tenggelam dalam perjalanan sejarahnya. Hingga kepemimpinan orang-orang beriman ini berakhir runtuh pada tahun 1924 M di Istambul Turki. Turki Utsmani sebagai Kekhalifahan terakhir umat Islam ini sengaja diruntuhkan oleh musuh-musuh Islam demi menguasai sistem dunia.

Related Articles