Kenapa Salafus Sholeh Tidak Banyak Berbicara Tentang Menegakkan Khilafah

Category: Catatan, Khilafah 0
Jika ada pertanyaan: “Kenapa Salafus Sholeh Tidak Banyak Berbicara Tentang Menegakkan Khilafah”?
 
Dimulai dengan Empat Mazhab; Maliki, Syafi’i, Hambali, Hanafi. Empat Mazhab dahulu tidak banyak berbicara tentang Khilafah dikarenakan dahulu empat mazhab masing-masing hidup pada masa-masa adanya seorang Kholifah. Sehingga barangkali itu sebabnya jarang ditemukan penekanan tentang pentingnya mendirikan Khilafah walaupun ada. Mereka lebih banyak berbicara perihal muamalah dalam kekhalifahan.
 
Kok bisa? Yah, itulah karena mereka berada dalam kekholifahan itu sendiri. Maka yang menjadi penekanan oleh empat mazhab adalah bagaimana dalam memelihara ketaatan, bagaimana sikap menghadapi pemimpin adil atau pemimpin zholim, bagaimana menjadi ummat yang baik…, dan seterusnya yang disesuaikan dengan ajaran. Jadi lebih banyak seputar muamalah dalam menjalankan Khilafah.
 
Kalau diibaratkan, sama halnya seseorang sudah punya anak. Maka ia tentu lebih condong membicarakan hal-hal seputar bagaimana memelihara anak, bagaimana mendidik anak, daripada membicarakan bagaimana cara punya anak. Karena dia sudah punya anak.
 
Oleh karena itu, jika ada orang mengaku mengikuti Salafus Sholeh pertanyakan seruan kita: “Mana dari ulama-ulama Salafus Sholeh dahulu yang mewajibkan Khilafah”?
 
Maka jawabannya sama seperti jawaban atas empat mazhab diatas. “Mereka didalam Kekhalifahan sehingga mereka tidak banyak bicara tentang cara menegakkan, tetapi lebih kepada bagaimana cara melaksanakan didalamnya.”
 
Jika ada yang bertanya seperti pertanyaan tadi, malah kita bisa balik bertanya: “Mana dalilnya ada Salafus Sholeh yang menganjurkan tidak punya Kholifah”?
 
Atau mana dalilnya dibolehkan orang beriman tidak punya Kholifah? Coba kalau ada. Pasti tidak ada.
 
Bahkan yang ada ialah perintah Nabi saw dalam hal yang penting ini, yakni memberikan dua pilihan; Pilihan pertama masuk ke dalam jamaah. Bagaimana kalau tidak ada jamaah? Kalau tidak ada maka pilihan kedua, tinggalkan semua kelompok yang ada lalu pergilah ke gunung dan makan akar-akar kayu sampai kamu mati.
 
Pilihan hanya dua:
– Berjamaah, berkepemimpinan (Nabi/Khalifah).
– Atau tinggalkan semua kelompok lari ke gunung lalu makan akar-akar kayu sampai mati.
 
Pilih mana?
 

Related Articles