Tanda-Tanda Kemunculan Al Mahdi Dan Tata Cara Pembaiatannya

Category: Catatan, Khilafah 17

Pertama, kami akan mengetengahkan hadits-hadits tentang kemunculan Imam Mahdi, sebagai berikut:

1. Hadits pertama, ‘Aisyah Ummul Mukminin Radhiyallahu ‘Anha telah berkata: “Pada suatu hari tubuh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bergetar dalam tidurnya: “Lalu kami bertanya: “Mengapa engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Akan terjadi suatu keanehan, yaitu bahwa sekelompok orang dari umatku akan berangkat menuju Baitullah (Ka’bah) untuk memburu seorang laki-laki Quraisy yang pergi mengungsi ke Ka’bah. Sehingga apabila orang-orang tersebut telah sampai di sebuah padang pasir (Al Baida’), maka mereka ditelan bumi”. Kemudian kami bertanya: “Bukankah di jalan padang pasir itu terdapat bermacam-macam orang?” Beliau menjawab: “Benar, diantara mereka yang ditelan tersebut ada yang sengaja pergi untuk berperang, dan ada pula yang dipaksa untuk berperang, serta ada pula orang yang sedang berada di dalam suatu perjalanan, akan tetapi mereka binasa dalam satu waktu dan tempat yang sama. Sedangkan mereka berasal dari arah (niat) yang berbeda-beda. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membangkitkan mereka pada hari berbangkit, menurut niat mereka masing-masing”.1[footnote]

2. Hadits kedua, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Seorang laki-laki akan datang ke Baitullah (Ka’bah), maka diutuslah suatu utusan (oleh penguasa) untuk mengejarnya. Dan ketika mereka telah sampai di suatu padang pasir, maka mereka terbenam ditelan bumi”.2[footnote]

3. Hadits ketiga, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ”Suatu kaum yang mempunyai jumlah dan kekuatan yang tidak berarti akan kembali ke Baitullah. Lalu diutuslah (oleh penguasa) sekelompok tentara untuk mengejar mereka, sehingga apabila mereka telah sampai pada suatu padang pasir, maka mereka ditelan bumi”.3[footnote]

4. Hadits keempat, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Sungguh, Baitullah ini akan diserang oleh suatu pasukan, sehingga apabila pasukan telah sampai pada sebuah padang pasir, maka bagian tengah pasukan itu ditelan bumi. Maka berteriaklah pasukan bagian depan kepada pasukan bagian belakang, dimana kemudian semua mereka ditenggelamkan bumi dan tidak ada yang tersisa, kecuali seorang yang selamat, yang akan mengabarkan tentang kejadian yang menimpa mereka”.4[footnote]

5. Hadits kelima, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Akan dibai’at seorang laki-laki antara maqam Ibrahim dengan sudut Ka’bah”.5[footnote]

6. Hadits keenam, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Suatu pasukan dari umatku akan datang dari arah negeri Syam menuju ke Baitullah (Ka’bah) untuk mengejar seorang laki-laki yang akan dijaga Allah dari mereka”.6[footnote]

Pada pembahasan kali ini kita telah mengenal nama “Al Mahdi” dan ciri-cirinya. Yaitu, bahwa ia bernama “Muhammad ibn Abdullah” berasal dari umat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, berkening lebarr dan berhidung panjang lagi mancung. Akan tetapi, sifat seperti ini sudah barang tentu dapat saja menyamai ciri-ciri banyak orang. Hingga masalah ini tentu pula dapat membingungkan. Oleh karena itu, kita harus mengetahui sifat yang spesifik yang tidak dipunyai oleh orang lain apabila ia telah muncul, yang mana dengan demikian kita tidak akan berselisih lagi dengan hakikat Al Mahdi.

Seperti halnya “Al Masihujjal” yang telah dijelaskan sifat-sifatnya oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan teliti. Yakni, beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menerangkan sifat dajjal yang tidak dimiliki orang lain; bahwa dajjal itu tertulis diantara dua matanya kata “kafir” yang dapat dibaca oleh setiap Mu’min, termasuk Mu’min yang buta huruf.

Begitu juga halnya dengan ciri-ciri ‘Isa bin Maryam, dimana telah dijelaskan dengan teliti oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, hingga tidak dapat diragukan lagi. Namun demikian, beliah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga menerangkan, bahwa ‘Isa Al Masih akan turun kepada kita dari langit dengan cara tidak disamai oleh siapa pun. Yaitu, dengan meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat yang mulia.

Oleh karena itu, apakah ada tanda-tanda yang khusus (spesifik) dan jelas yang akan menguatkan (menyakinkan) kita bahwa laki-laki yang bernama Muhammad bin Abdullah dengan sifat-sifat yang telah disebutkan di atas dan yang akan dibai’at di Baitullah itu adalah benar-benar Al Mahdi yang kita tunggu-tunggu kemunculannya?

Jawabannya adalah: “Ada”.

Tanda-Tanda yang Meyakinkan Kemunculan Al Mahdi

Tanda-tanda tersebut adalah bahwa Al Mahdi dibai’at di Ka’bah yang mulia, yaitu bertempat diantara rukun Ka’bah (hajar aswad) dengan maqam Ibrahim, oleh suatu kelompok yang mempunyai jumlah dan kekuatan yang tidak berarti.7[footnote]

Mereka mencari perlindungan dari keberkatan Ka’bah. Sehingga diutuslah (oleh penguasa) sekelompok pasukan yang terdiri dari kaum Muslimin untuk memerangi dan menumpas mereka (Al Mahdi dan para pengikutnya), sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Sungguh aneh, bahwa suatu kelompok orang dari umatku akan berangkat menuju Baitullah untuk mengejar seorang laki-laki Quraisy yang mengungsi ke Baitullah. Sehingga tentara tersebut telah melewati kota Madinah dan sampai pada suatu tempat dekat Dzullhulaifah, maka mereka pun ditelan bumi”.

Dengan demikian, maka semua orang akan tahu bahwa laki-laki yang kembali ke Baitullah tersebut adalah Khalifatullah Al Mahdi, dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala memberinya perlindungan dan pembelaaan untuknya dengan membenamkan tentara yang akan mengejarnya, yakni tersungkur ke perut bumi.

Apabila orang-orang sudah mengetahui hal tersebut, maka mereka akan membai’atnya (Al Mahdi) dengan utusan-utusan, kelompok-kelompok dan ia akan didatangi oleh para “mulia” negeri Syam dan Irak yang terdiri dari para waliyullah, orang-orang taat dan pilihan. Kemudian semua mereka membai’at Al Mahdi. Pada waktu itu diwajibkan atas semua orang untuk membai’atnya. Jadi, tanda kemunculan Al Mahdi yang khusu (spesifik) adalah “Terbenamnya pasukan tentara yang diutus oleh penguasa untuk memeranginya”.

Sebelum kita menutup pembahasan mengenai masalah ini, sebaiknya kita mengetahui beberapa hal khusus dari tanda-tanda kemunculan Al Mahdi dan pembai’atannya.

1). kita tidak menemukan dalil yang shahih (kuat dan tegas) yang menjelaskan “tempat” dan “arah” keluarnya Al Mahdi, yang mana setelah itu ia akan dibai’at di Ka’bah.

Kemudian ada beberapa pendapat tentang hal ini, yakni sebagai berikut:
Pertama, Al Mahdi akan keluar dari arah Timur. Hal ini diterangkan oleh Ibn Katsir dalam kitab beliau yang berjudul Al Fitan wa Al Malahim.8[footnote]

Kedua, Al Mahdi akan keluar dari arah Barat atau Maghrib. Ini adalah pendapat Imam Qurthubi.9

Ketiga, Al Mahdi berasal dari penduduk Madinah yang kemudian melarikan diri ke Mekkah, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits terdahulu. Akan tetapi, dalam sanad hadits tersebut terdapat perawi yang dikatakan mempunyai cacat.10[footnote]

Kesimpulannya adalah, bahwa sebenarnya mungkin saja akan adanya pernyataan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang shahih yang menerangkan dengan jelas tempat keluarnya Al Mahdi seperti teks-teks hadits dengan ciri-ciri dan tanda-tanda munculnya, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala berkehendak untuk merahasiakan kepada manusia tempat keluar dan tempat asalnya guna sebuah maksud yang lebih jauh tujuan dan jangkauannya. Yaitu, untuk melindungi tempat atau negeri tempat keluarnya Al Mahdi, baik di Timur ataupun di Barat, dari niat jahat musuh-musuh yang selalu berusaha melakukan tipu dayadan melepaskan kemarahan mereka apabila mengetahui dengan jelas tempat keluarnya Al Mahdi dari pernyataan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

2). Banyak riwayat hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menjelaskan keadaan pasukan yang terbenam ke perut bumi tersebut. Yaitu, bahwa ketika pasukan tersebut berusaha terus berjalan mengejar Al Mahdi, maka tiba-tiba pasukan bagian tengah telah terbenam ke dalam bumi dan tidak dapat dilihat lagi oleh pasukan bagian belakang serta tidak meninggalkan bekas apa-apa. Kemudian sisa pasukan yang masih ada kebingungan, dicengkeram ketakutan dan mereka saling berteriak minta tolong. Maka pasukan bagian depan berteriak kepada pasukan baigan belakang akan tetapi azab telah datang sebelum mereka mendapat jawaban. Kemudian semua mereka berpekikkan ditelan bumi. Tidak ada yang dapat menyelamatkan diri dari azab tersebut, kecuali satu atau dua orang laki-laki yang akan mengabarkan kepada orang-orang tentang kejadian yang menimpa tentara tersebut.

3). Sesungguhnya tentara yang berjalan untuk menumpas Al Mahdi dan para pengikutnya adalah tentara pejalan kaki (infantri). Hal ini merupakan dalil, bahwa perang sekutu internasional (Armageddon) yang mendahului kemunculan Al Mahdi adalah sebuah perang dahsyat yang akan menghancurkan sebagian besar senjata-senjata strategis seperti peluru-peluru kendali dan pesawat terbang.11[footnote]
Jika tidak, tentu pasukan ini tidak perlu merasakan berat dan susahnya perjalanan kaki yang jauh di padang pasir yang panas dari Syam menuju Mekkah dengan memakai pesawat terbang. Apalagi masalah ini adalah sangat penting, besar dan urgen (mendesak) untuk mereka selesaikan dengan segera.

4). Sesungguhnya pembenaman tentara tersebut ke perut bumi adalah merupakan suatu balasan dan azab darri Allah Subhanahu wa Ta’ala, walaupun keterangan hadits yang lalu membedakan antara Mustabshir (orang yang berangkat dengan sengaja berniat untuk memerangi Al Mahdi) dan Ibn Sabil (para musafir yang kebetulan berada di tempat tentara tersebut dibenamkan). Kemudian kelanjutan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tersebut menerangkan, bahwa semua orang yang terbenam itu akan dibangkitkan sesuai dengan niat mereka masing-masing. Akan tetapi, kita memperingatkan dan berlindung kepada Allah Subhanhu wa Ta’ala, agar tidka menjadi anggota dari pasukan malang yang ditelan bumi. Dan semoga kita menjadi penguat serta pendukung Imam Mahdi yang kita tunggu sebagai khalifah di akhir zaman, yang bernama asli “Muhammad bin Abdullah” dari golongan umat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

 

Footnote:

[1] Diriwayatkan oleh Imam Bukhari pada kitab Al Buyu’ (jual-beli), bab Ma Dzukira fii Al Aswaaak (riwayat-riwayat tentang pasar). Riwayat Muslim pada kitab Al Fitan bab “Pembenaman tentara yang menuju ke Baitullah”.
[2] Shahih Muslim dari Ummu Salamah pada kitab Al Fitan wa Asyratussa’ah (Kitab huru-hara dan isyarat-isyarat kiamat). Dikeluarkan oleh Nu’am bin Hammad dari ‘Amr bin Ash, dimana ia berkata: “Tanda kemunculan Al Mahdi adalah sebuah pasukan tentara ditelan bumi di sebuah padang pasir”. Telah berkata Imam Qurthubi dalam kitab At Tadzkirah, bab “Berita kedatangan khalifah yang akan muncul di akhir zaman bernama Al Mahdi dan tanda-tanda kemunculannya”: “Bahwa tentara yang dibenamkan ini adalah tentara yang keluar menuju ke Mekkah untuk memerangi Al Mahdi”.
[3] Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya pada kitab Al Fitan wa Asyratussa’ah (bab huru hara dan isyarat-isyarat kiamat) dari Hafsah Ummul Mu’minin Radhiyallahu ‘Anha.
[4] Diriwayatkan oleh Muslim pada kitab Al Fitan dari Ummul Mu’minin Radhiyallahu ‘Anha. Dan diriwayatkan juga oleh Ahmad, Nasa’i dan Ibnu Majah.
[5] Satu bagian dari hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya dan Abu Dawud Ath Thayalisi dalam Musnadnya, serta Al Hakim dalam Al Mustadrak. Dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir dan Al Albaani dalam Ash Shahihah, nomor 579.
[6] Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya dari Ummu Salamah. Telah berkata Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaaid: “Dan padanya terdapat ‘Ali bin Zaid, yang mana ia adalah perawi yang baik. Juga padanya ada satu kelemahan. Akan tetapi, ia juga meriwayatkan hadits semisalnya dari ‘Aisyah, dimana ia berkata: “Para perawinya adalah tsiqah”.
[7] Menurut sebagian riwayat, jumlah mereka adalah sejumlah pasukan tentara Badar, yaitu 314 orang. Akan tetapi, kami mencukupkan diri untuk berpegang dengan hadits-hadits yang shahih dengan mengatakan, bahwa jumlah mereka adalah sedikit.
[8] Pada Juz, yang peratama, riwayat tentang Al Mahdi
[9] Dalam kitab At Tadzkirah, bab “Dari manakah keluarnya Al Mahdi dan tanda-tanda keluarnya”.
[10] Keterangan tentang hadits ini telah kita terangkan pada pembahasan sebelumnya.
[11] Pada pembahasan yang akan datang (peperangan di masa Al Mahdi) kami akan mengetengahkan dalil-dalil lain yang menunjukkan bahwa dalam perang Armageddon akan menghancurkan atau merusak sebagian besar dari senjata-senjata strategis atau penghancur masal. Dan setelah itu, yang dipakai sebagai senjata dalam peperangan selanjutnya adalah pedang, panah, dan kuda.

 

Sumber: Tubagus via fb

Related Articles