“Jangan Memilih Pemimpin Kafir” Dalam Sistem Pancasila

Category: Sistem 15 0

Jangan Memilih Pemimpin Kafir” Dalam Sistem Pancasila

Terkait judul diatas apakah bisa dikondisikan prosesnya demikian, yaitu jangan memilih Pemimpin Non Muslim?

Sebenarnya kalau berbicara data dan fakta lapangan maka proses ini tidak bisa dihindari, karena Ideologi Pancasila berdasarkan UUD 1945 bukan menggunakan landasan Al Qur’an. Meskipun kita sama-sama tahu bahwa Al Qur’an yang mulia ini datangnya dari Allah akan tetapi Negeri ini memakai UUD 1945 sebagai aturan hukumnya. Maka ayat apapun yang bertentangan dengan UUD 1945 atau KUHP tetaplah kalah walaupun Al Qur’an adalah aturan tertinggi bagi seorang muslim.

Kecuali jika rakyat dan TNI sepakat bahwa aturan Negeri ini kembali kepada Al Qur’an kemudian UUD 1945 dan KUHP sepakat dibuang maka barulah bisa ayat-ayat Allah berlaku termasuk dalam urusan “Jangan Memilih Pemimpin Kafir”.

Baca Juga | Demi Kesatuan Kita Bacalah Surat Dari Kholifah Ini
B
aca Juga | Kontroversi: Persamaan Dan Perbedaan Antara Al Qur’an Dan UUD 1945

Kalau tidak begitu, maka Indonesia akan tetap begini dan kabar menyedihkannya adalah: Tidak ada nilai jihad, pahala, ridho Allah atau apapun yang berkaitan dengan Islam didalam wadah Pancasila baik itu dalam urusan membela atau melawan terpilihnya Pemimpin Kafir.

Ingat catatan terakhir “Tidak ada nilai jihad, pahala, ridho Allah atau apapun yang berkaitan dengan Islam didalam wadah Pancasila”. Disebabkan Islam dan Pancasila adalah dua ideologi berbeda dengan dua ajaran yang berbeda. Ideologi Islam dengan Al Qur’annya dan Ideologi Pancasila dengan UUD 1945 dan KUHP nya.

Mari kita kembali menggunakan Al Qur’an dalam mengatur Negeri ini agar tercipta kedamaian bagi muslim dan non muslim. Moga-moga Indonesia cepat bangun dari tidurnya sebelum terlambat.

 

Ada pertanyaan? Silahkan tuliskan di kolom komentar dengan menjaga etika dan sopan santun. 

Related Articles

Add Comment