Ahli Merakit Bom: Seberapa Butuh Rakyat Indonesia dengan Bakat Ini?

Category: Catatan 83 0

Ahli merakit bom – Simpang siur pemberitaan seputar Ustadz Mustafa Jailani terkait ledakan yang terjadi di kediaman istri kedua beliau masih menjadi pembicaraan publik. Kejadian kemarin erat kaitannya dengan isu bahan peledak bom ikan. Sementara dari pihak kepolisian sendiri belum ada keputusan resmi mengenai hal ini. Jadi bagaimana?

Kasus ledakan di jalan Bung Tomo Gudang Air, Bandar Lampung ini sampai sekarang masih dalam proses penyidikan oleh tim khusus. Maka dari itu kita tidak bisa bercerita banyak soal permasalahan yang melibatkan Ustadz Mustafa Jailani.

Ada isu yang cukup menarik berkembang, Ustadz Mustafa termasuk orang yang ahli dalam merakit bom. Jika ini benar, bagaimana kita menyikapinya?

Indonesia sedang diujung tanduk

Ketahuilah, saat ini Indonesia yang kelihatan aman tentram ini pada hakekatnya dalam keadaan diujung tanduk. Anda harus paham bahwa Negeri kita sedang menjadi perebutan dua blok: Blok Barat dan Blok Timur. Antara kekuatan Amerika di bagian barat dan Rusia China di bagian timur.

Dari segala penjuru Indonesia mau dihancurkan musuh yang sedang menyamar sebagai teman setia. Untuk menghancurkan Indonesia secara militer agaknya mereka mendapatkan kendala besar. Ada faktor takut mati yang membuat mereka berfikir seribu kali untuk menyerang Indonesia terang-terangan secara militer.

Cara licik terbaik yang bisa dilakukan musuh sebagaimana dahulu mereka menguasai Amerika adalah dengan menyusup kedalam sistem pemerintahan dan politik Negeri ini.

Dilihat dari segi politik, Indonesia dilanda dengan krisis moral. Kehidupan berpolitik di Negeri ini menggunakan sistem Setan. Dimana berpolitik di Indonesia penuh kebohongan dan kemunafikan. Siapa yang ahli berbohong maka dia menang, siapa yang ahli jujur lengser. Siapa yang bermaksud keluar dari jalur Setan akan dijebak kesalahan dan masuk penjara.

Sistem menyiapkan sarana bagi orang baik-baik di Negeri ini supaya bisa menjadi Setan. Sistem Negeri ini setiap lima tahun sekali berpura-pura dengan Kampanye dan Pemilihan. Padahal dibalik layar ada perhitungan sendiri. Rakyat menyoblos sepertinya formalitas, cuma main-main saja.

Ketidakjujuran yang sedang melanda para pembesar Negeri ini merupakan peluang bagus bagi musuh untuk masuk kedalam. Menyusup kedalam sistem Pancasila dan mengambil posisi-posisi penting dalam struktural Negara sebelum tanggal main.

Apakah akan begini terus?

Tidak mungkin, ada tanggal main yang terjadwal tentunya. Dimana ketika tiba waktunya musuh akan memainkan perannya menjatuhkan Negeri kita sebagaimana Negeri-Negeri Muslim sebelum kita.

Orang Indonesia yang terkenal lugu dan pemaaf ini pada saat itu siap menjadi budak dunia. Apakah blok barat yang berhasil duluan atau blok timur. Indonesia menuju perang. Jika ada yang mengatakan ini hoak belaka, barangkali matanya kurang melek atau musuh Negeri yang pura-pura bodoh sok Pancasilais.

Pancasila memang banyak celah untuk disusupi. Apalagi Pancasila pertama kali lauching di muka bumi membawa NASAKOM. Nasional, Agama, Komunis, inilah kenapa Pancasila akan terus menjadi rebutan ketiga sistem yang hendak disatukan oleh Soekarno padahal mustahil bisa disatukan.

Apa hubungannya Merakit Bom dengan Keuntungan Indonesia?

Hei bung, sadarlah sebagai rakyat kecil kita bisa apa? Orang-orang jahat sedang menyusup dalam Negeri bertopeng anak-anak Nusantara. Bangsa yang hendak memperbudak kita sedang menyusup dalam Negeri ini menyamar sebagai para pembaharu Negeri Indonesia. Bingung mana kawan mana lawan, semua kelihatan sama.

Kita membutuhkan orang-orang beriman yang punya keahlian kalau-kalau Negeri kita terjadi perang secara tiba-tiba. Lihat bagaimana Panglima TNI bapak Gatot terus bersikap waspada dan mengingatkan kita? Sadar kan?

Negeri ini diambang kehancuran. Ada kekuatan musuh Islam sedang bergerak dalam tubuh kita, di Negeri kita ini. Maka keahlian-keahlian anak bangsa yang dicekal sepatutnya menjadi perhitungan untuk menjaga Negeri ini. Tentunya dalam pengawasan sebagai bentuk kewaspadaan bersama.

Terkait Ustadz Mustafa yang dianggap ahli merakit bom, entah benar atau tidaknya tetapi ini sebenarnya bernilai positif bagi Negeri kita seandainya isu tersebut benar.

Kami berbicara dari sudut sebagai warga lemah, dimana ekonomi kita lemah. Uang kita terkuras oleh kebutuhan listrik, sembako dan bahan bakar transportasi. Belum lagi kita ditekan pajak yang begitu banyak entah berantah kemana larinya. Toh bangsa ini sepertinya sedang dibodohi pihak-pihak tertentu.

Kita perlu kekuatan dalam kemiskinan kita ini dalam membela Negeri semata-mata karena agama. Kita butuh orang-orang baik yang ahli, jangan biarkan diantara kita tidak ada yang bisa berbuat apa-apa ketika nanti leher kita sudah tercekik. Atau ketika musuh beraksi kita hanya menjadi penonton sementara warga kita dihabisi.

Negeri ini butuh para ahli untuk mempertahankan diri. Kita butuh perubahan, kita orang Islam mayoritas jangan mau ditipu.

Sangat mustahil sesama muslim kita gontok-gontokan. Sampai kapan? Bilakah masanya tiba para ulama bersatu, masyarakat bersatu, TNI bersatu bersama kita menghadapi musuh yang belum nampak ini?

Saat ini Indonesia sedang darurat, bukan karena para ahli perakit bom. Indonesia sedang darurat dari serangan musuh dalam wujud media dan utang piutang. Juga dari musuh dalam selimut yang bersiap menikam kita saat lengah.

Bagaimana dengan PBB?

Mereka punya tentara perdamaian bukan? Perserikatan Bura-bura (pura-pura), pandainya berbohong dan pura-pura, sok perhatian dibalik kegembiraan atas penderitaan umat Islam. Tidak perlu andalkan PBB, organisasi sekuler ini memusuhi umat Islam. PBB hanyalah organisasi hitam putih, lain di mulut lain perbuatan.

Amerika dan Israel musuh kita sebenarnya - nusafa.com
Amerika dan Israel musuh kita sebenarnya – nusafa.com

Musuh sedang membuat pembenaran hingga waktunya kita semua lemah. Mereka persiapkan kesalahan-kesalahan kita hingga menumpuk. Nanti ketika tiba waktunya mereka umumkan ke dunia bahwa kita bersalah sambil menyerang Indonesia yang lemah dan lugu ini sementara dunia mengiyakan dan diam.

Indonesia dalam ancaman

Negeri ini butuh orang-orang ahli untuk pertahanan diri atas malapetaka suatu hari yang sudah sangat dekat. Kita Umat Islam harus bersatu! Rakyat dan militer harus bersatu! Kita anak-anak Nusantara harus bersatu muslim maupun non muslim!

Di Negeri ini, Islam adalah pertahanan terakhir… Jangan biarkan orang Islam terbengkalai karena umat Islam adalah pertahanan. Umat Islam adalah kawan bukan lawan.

Siapapun dari umat Islam yang baik-baik punya keahlian sepatutnya dipelihara, ketika tiba waktunya mereka akan berguna bagi kita semua.

Mari bersatu!

Opini lepas, ditulis dalam renungan panjang tanpa ujung.

Tidak ada maksud provokasi atau pembelaan.

Opini pribadi, tanggungjawab pribadi.

Jika ini dibenarkan ayo bersatu, jika hoax tinggalkan saja.

Related Articles

Add Comment