Ustadz Mustafa Jailani di Lampung Update Terkini 26 September

Category: Warga Khilafah 438 0

Terkait berita yang beredar di media tentang kasus terduga teroris yang dituduhkan kepada Ustadz Mustafa Jailani, maka kami sudah menyiapkan update berita. 

Update berita berikut berkenaan masalah Ustadz Mustafa Jailani dan kasus ledakan di kediaman istri kedua beliau. Kemudian berkembang kepada proses penggrebekan polisi di rumah istri pertama (Ummi Lulu) yang beralamatkan di Gudang Agen – Teluk Betung Bandar Lampung.

Sebelumnya kami memohon perlindungan kepada Allah atas segala kekeliruan kami dalam memberikan informasi. Tentunya itu semua tidak lepas dari kelemahan kami sebagai manusia.

Update ini kami himpun dari banyak sumber yang tidak bisa kami sebutkan disini sebagai privasi narasumber dan kenyamanan kami dalam penyampaian update terbaru ini.

Berikut beberapa klarifikasi yang harus kami lakukan terkait berita ledakan di Lampung yang kini menjadi sorotan publik. Kami akan berusaha mengimbangi antara pemberitaan publik dengan keterangan terbaru berdasarkan fakta dan data di lapangan.

Ledakan di Jalan Bung Tomo Bandar Lampung

Kami klarifikasi update terbaru berita Ustadz Mustafa Jailani, bahwa ledakan tersebut bukan ledakan bom dan juga bukan ledakan berasal dari kompor gas. Secara bukti fisik pihak yang bisa dipercaya memberikan pernyataan bahwa memang bukan disebabkan bom rakitan. 

Kemudian setelah ditelusuri bahwa kondisi kompor gas yang ada di kediaman istri kedua beliau posisi regulator gas masih dalam keadaan aman. Kemudian dalam teorinya, gas elpiji sudah dirancang tidak mudah meledak seperti sangkaan orang-orang kebanyakan. Adapun jika terjadi ledakan yang disebabkan oleh gas, itu karena gas telah bocor dalam ruangan tertutup sehingga jika tersulut api maka akan terjadi kebakaran. Jadi tetap bukan karena gas meledak seperti dugaan diawal.

Kami menyadari bahwa sangat susah untuk menelusuri data perkara yang menimpa saudara kami Ustadz Mustafa Jailani. Hal ini disebabkan lokasi kejadian dalam waktu singkat sudah terblokir oleh pihak keamanan. Kemudian saksi-saksi yang bisa dimintai keterangan lebih dulu diamankan aparat. Sehingga kami sendiri kehilangan jejak. Sementara itu isu media yang cukup kejam menuntut keseimbangan berita dengansegera.

Maka dari itu, ledakan diakibatkan oleh kompor gas adalah berita pertama yang beredar cepat diantara sebelum berita ini dibumbui dan dibelokkan oleh media lokal.

Lalu apa sebenarnya yang terjadi sehingga adanya ledakan dahsyat di kediaman Ummi Yani, istri kedua Ustadz Mustafa Jailani?

Untuk pertanyaan ini, sementara kami hanya bisa memastikan bahwa ini murni kecelakaan. Tidak ada kaitannya dengan terorisme itu poin yang kami tekankan disini. Dan untuk penyebabnya kami belum berani untuk memuat dalam berita ini, karena juru kunci peristiwa ini adalah Ummi Yani. Sekarang beliau masih dalam keadaan belum bisa bicara saat ditemui oleh Ustadz Ahmad Shobirin kemarin, ayah dari Ummi Yani.

Insya Allah akan kami update segera informasinya senetral mungkin agar tidak ada ketimbangan informasi yang sampai kepada masyarakat ramai.

Ustadz Mustafa Jailani terduga Teroris, kok bisa?

Kami mendapatkan keterangan tidak langsung dari pihak Aparat, bahwa yang dikaitkan dengan Terorisme di Negeri kita ini dan diseluruh dunia umumnya adalah orang Islam dengan ciri-ciri tertentu.

Dalam kasus yang menimpa istri kedua Ustadz Mustafa Jailani, hingga kemudian kenapa dikait-kaitkan terduga teroris dalam berita di tv adalah disebabkan korban dan keluarga korban kebetulan memenuhi standar ciri-ciri teroris. 

Agaknya cukup susah kami memilih kata yang tepat untuk menyampaikan ciri-cirinya, tapi agar diketahui bersama bahwa membatasi diri dalam pergaulan karena hidup agamis masuk kategori ciri-ciri teroris. Kemudian ditambah lagi wanita muslimah bercadar termasuk ciri-ciri teroris.

Ingat, ini ciri-ciri untuk ditandai pertama kalinya walaupun belum tentu teroris dan ini sudah menjadi standar di setiap Negeri sekuler. Semua Negara yang berkiblat kepada Amerika dan Israel menggunakan standar ini. Kecuali jika anda tinggal di Timur Tengah barangkali ceritanya akan berbeda.

Maka disini memang cukup disayangkan jika memakai cadar pun masuk ciri-ciri Teroris. Karena disini kebetulan kedua istri Ustadz Mustafa Jailani sama-sama menggunakan cadar.

Dalam diskusi pribadi, memang dari pihak aparat tidak semua setuju dengan definisi teroris, ciri-ciri serta target siapa para teroris tersebut. Tapi disisi lain, mereka hanya menjalankan tugas sebagai abdi Negara dan tentunya dalam tugas sudah pasti pihak aparat harus mengikuti prosedur hukum Negara.

Maka jika saat pemberitaan pertama kalinya Ustadz Mustafa Jailani disebut-sebut teroris walaupun statusnya “terduga” mungkin mau tidak mau hal itu sulit dihindari karena situasi dan kondisi saat itu seakan mendukung. Belum lagi pihak media yang memang berburu keuntungan dari judul berita.

Tapi tetap saja, media telah melebihi dosis dalam pemberitaan peristiwa ini. Sehingga opini yang berkembang di masyarakat tidak bisa terbendung bahwa kejadian naas yang menimpa istri kedua beliau ada kaitannya dengan Terorisme, ledakan bom terorisme, dan tuduhan sejenisnya.

Padahal seharusnya kejadian ini sangat membutuhkan pertolongan segera. Sebab ini musibah murni yang hampir menghilangkan nyawa, tapi justru karena diproses lebih dahulu oleh Negara membuat situasi berubah. Pertolongan atas musibah malah menjadi bertambah lagi musibah dengan ditahannya suami korban dan tidak bisa menunjukkan bakti suami menolong istrinya. Musibah semakin ditambah dengan pemberitaan yang diluar kontrol.

Bagaimana Pandangan Pihak Aparat dan Media dalam Kasus ini?

Seperti yang sudah kami sebutkan diatas, bahwa aparat keamanan Negara adalah menjalankan tugasnya sebagai abdi Negara. Dalam kasus ini, ciri-ciri terorisme sebetulnya tidak bisa dihindarkan karena ciri-ciri standar Amerika tersebut dianggap ada pada Ustadz Mustafa dan istri beliau.

Tapi tidak bisa dinafikan, secara pribadi ada sebagian dari mereka tampaknya juga tidak sependapat. Sebagai muslim, ciri-ciri terorisme standar Amerika ini sebenarnya pelecehan dan tidak bisa dibenarkan dari sudut agama Islam. 

Salahsatu anggota polisi dari Polda mengaku kaget ketika mengetahui ada salahsatu warga Khilafah ditahan. Begitu juga salahsatu anggota intelijen juga mencoba mengubungi kami pasca kejadian. Awalnya penahanan ini dikira anggota Jaulah (Jama’ah Tabligh), ternyata warga Khilafah (Khilafatul Muslimin).

Maka dari penilaian kami pribadi, tidak semua aparat keamanan Negara setuju dengan kenyataan yang sedang terjadi. Dimana Ustadz Mustafa bersama istri pertama dan tiga orang lainnya ditahan untuk diinterogasi.

Saat proses penjemputan Ustadz Mustafa Jailani, tampak dalam video beliau dibawa secara baik-baik. Tidak terlihat peristiwa penangkapan yang didramatisir seperti kasus-kasus tuduhan terorisme yang sudah-sudah. 

Artinya, mungkin disini ada sikap kehati-hatian dari aparat keamanan atau ada faktor lainnya yang menjadi pertimbangan. Tentunya semua atas rahmat Allah.

Setelah kami mengetahui dari sisi pandang pihak kepolisian, selanjutnya yang menjadi PR adalah bagaimana dengan Media?

Saat kami komunikasikan hal ini, dari kepolisian mengatakan bahwa Media itu diluar kuasa. Artinya mereka bergerak secara independen. Maka kami sampaikan kekhawatiran jangan sampai ada oknum yang tidak bertanggung-jawab ikut menunggang dalam kasus ini sehingga membuat keruh suasana.

Sekali lagi Media lah yang menjadi penentu opini dari sebuah kejadian atau peristiwa. Jika mereka sampaikan yang benar maka benarlah opini yang terbentuk dalam benak masyarakat. Tapi jika mereka sampaikan yang salah ditambah dengan bumbu-bumbu berita secara berlebihan, maka dipastikan opini masyarakat juga akan tercemar.

Maka kesimpulannya, kejadian ini adalah murni musibah yang menimpa keluarga Ustadz Mustafa Jailani. Tidak ada kaitannya dengan terorisme, tuduhan pun tidak tepat. Ini adalah musibah sebagaimana kita juga terkadang mendapat musibah dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada kaitannya dengan ledaka bom terorisme, tapi jika dikaitkan dengan usaha bom ikan barangkali bisa dimaklumi. Itupun pemberitaan harus memilih bahasa yang tepat agar opini masyarakat tidak paham.

Keterlibatan keamanan Negara dalam mengatasi masalah ini dikarenakan ada urusan yang dianggap berhubungan dengan pelanggaran hukum. Dalam kasus ini, Ustadz Mustafa dianggap menyalahi aturan Negara sehingga perlu diperiksa. Sekali lagi hal tersebut tidak terkait dengan terorisme, itu perlu menjadi catatan.

Jika kemudian beliau dianggap bersalah berdasarkan aturan Negara maka hal tersebut menyangkut diri pribadi beliau selaku warga Negara Indonesia. Tidak ada berkaitan samasekali dengan tuduhan lain, misalnya dianggap masuk jaringan ini dan itu.

Demikian sementara update terbaru yang dapat kami simpulkan sementara. Insya Allah update selanjutnya akan kami publish selanjutnya.

 

Catatan:

Informasi terakhir berkenaan status Ustadz Mustafa. Beliau secara hukum dianggap bersalah karena memiliki barang yang dilarang secara hukum. Beritanya dapat anda baca di Tribun Lampung.

Semalam, Ummi Lulu istri pertama dan yang ditahan lainnya sudah kembali ke rumah serta segel polisi di kediaman istri pertama Ustadz Mustafa Jailani sudah dilepas.

Related Articles

Add Comment