Kebangkitan Khilafah Islamiyah di Indonesia akan Menjadi Kenyataan

Category: Khilafah 71 0

Kebangkitan Khilafah di Indonesia mungkin dahulunya tidak banyak orang yang terfikir kesana. Karena Khilafah merupakan sesuatu yang dianggap sangat besar sebab bicara Khilafah sama artinya bicara soal kepemimpinan umat Islam sedunia.

Khilafah sendiri merupakan sistem hidup umat Islam yang sebenarnya. Dimana ia merupakan sistem hidup manusia yang dipimpin oleh seorang Khalifah dan standar hukum yang dipakai adalah Al Qur’an dan As Sunnah.


Kalau makna Khilafah menurut Wikipedia bahasa Indonesia, Khilafah (bahasa Arab: خلافة), adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia, untuk menegakkan syariat Islam dan mengemban dakwah ke seluruh penjuru dunia, imamah, biasa juga disebut kekhalifahan. Ia merupakan satu bentuk pemerintahan Islam. Pemimpin atau ketua pemerintahannya dinamakan khalifah, imam, atau amirul mukminin.


Dalam pelaksanaan sistem Khilafah Islamiyah itu sendiri, dimana setiap gerak dan aktifitas akan dinilai sebagai ibadah. Ini disebabkan sistem Islam ini sudah mendukung segala kegiatan pemerintahan didalamnya dengan tuntunan wahyu. Begitu juga kehidupan bermasyarakat semua diatur berdasarkan tuntunan wahyu. Dengan demikian segala bentuk kegiatan selama didalam sistem Islami ini sudah barang tentu terarah kepada syariat.

Didalamnya setiap kepentingan semua pihak baik kepentingan penguasa maupun rakyat sama-sama didasarkan kepada hukum atau undang-undang Kekhalifahan. Sudah pasti undang-undang yang dimaksudkan disini adalah Al Qur’an. Dan segala aturan pemerintah Kekhalifahan yang diinstruksikan diluar itu namun tidak keluar dari batasan standar hukum yakni hukum Al Qur’an.

Artinya, dalam pelaksaaan segala ruang aktifitas dalam sistem Islam atau sistem Khilafah kedua pihak yakni Penguasa dan Rakyat sama-sama tunduk kepada kemauan Allah semata. Dalam sistem Khilafah, Allah dan RasulNya adalah posisi tertinggi yang harus ditaati yang diwakilkan kepada seorang Khalifah.

Jadi tidak bisa kepentingan Pemimpin atau Pembesar menjadi acuan dalam sistem Khilafah. Semua kepentingan harus dikembalikan kepada kepentingan Allah atas manusia.

Khilafah bersatu kita kuat bercerai kita lemah
Khilafah bersatu kita kuat bercerai kita lemah – nusafa.com

Khilafah Tegak di Indonesia, seberapa Layak?

Indonesia merupakan Negara yang cukup unik. Dari beberapa penilaian terhadap Negeri hijau ini, Indonesia menempati posisi plus jika dibandingkan dengan Negeri-Negeri yang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Indonesia dilihat dari Agama

Pada awalnya Indonesia terkenal sebagai penganut agama Animisme dan Dinamisme sejak sebelum masehi. Kemudian mulai masuk agama Hindu Budha seperti yang dijelaskan dalam sejarah Indonesia. Agama Hindu Budha sempat lama untuk menjadi agama dominan di Nusantara ini. Hal ini terbukti dari peninggalan-peninggalan Kerajaan, candi-candi, prasasti bukti keberadaannya dan bukti-bukti lainnya. Termasuk masih terlihat dari peninggalan budaya yang masih bercampur dalam kehidupan beragama umat Islam hari ini.

Sampai kemudian agama Islam masuk ke Nusantara melalui Selat Malaka dibawa oleh para utusan Kekhalifahan Islam yang ditugaskan berdakwah kesini. Dari situlah Islam mulai berkembang dan seiring waktu terus menyebar pesat dan semakin kuat.Dalam sejarah dibuktikan kekuatan Islam di Nusantara dengan adanya Kesultanan-Kesultanan besar yang berkiblat kepada Khilafah Turki Utsmani waktu itu.

Jika Indonesia dilihat dari agamanya, maka orang Indonesia memang cenderung memilih Islam sebagai ajaran kepercayaan dibandingkan dengan agama-agama yang sudah ada lebih dulu. Kemudian proses penyebaran Islam dalam sejarah adalah dengan rahmat dan penuh kedamaian. Ini sama persis dengan penyebaran Islam di Yastrib sekarang Madinah pada masa Rasulullah SAW bersama para Sahabat.

Melalui sistem Islami atau sistem Khilafah, setiap warga Kekhalifahan yang siap tunduk dalam aturan sistem maka diberi kebebasan beragama menurut ajaran masing-masing. Artinya umat Islam akan dikontrol ibadahnya menurut ajaran Islam. Agama Kristen akan dikontrol kelancaran ibadah ummatnya menurut ajaran Kristen. Begitu juga Hindu, Budha, Konghucu serta semua agama yang ada dalam naungan Kekhalifahan akan dilindungi.

Syiar Khilafah Islamiyah di Indonesia - nusafa.com
Syiar Khilafah Islamiyah di Indonesia – nusafa.com

Maka Indonesia jika dilihat dari segi agama sangat mendukung dengan kebangkitan Khilafah Islamiah di Indonesia cepat atau lambat.

Indonesia dilihat dari Jiwa Masyarakatnya

Secara kejiwaan orang-orang Nusantara ini bisa diacungi jempol. Orang baik-baik, ramah, beretika dan berjiwa gotong-royong serta saling tolong menolong. Ini merupakan sesuatu yang sangat langka di Negeri yang lain. Jiwa lapang dada dan pemaaf sudah menjadi sifat-sifat orang Indonesia yang terpatri sejak zaman dahulu. Dan bangsa Timur dikenal sebagai bangsa yang sopan, sehingga pornografi sebenarnya merupakan pelecehan berat atas sifat-sifat mulia bangsa Indonesia. Sayangnya, kejahatan seperti yang disebutkan baru saja menyusup masuk melalui celah Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang menyesatkan bangsa Timur.

Intinya, kebaikan jiwa dan sifat bawaan mulia bangsa Indonesia menjadi keuntungan tersendiri bagi penerapan sistem Khilafah Islamiyah di Indonesia. Dengan kata lain, Khilafah atau sistem Islami ini akan lebih mudah diwujudkan.

Hal ini dikarenakan jiwa masyarakat serta sifat mulia yang ada pada diri bangsa Indonesia sejalan dengan misi Khilafah Islamiyah dalam mempersatukan umat manusia dengan penuh Rahmatan Lil Alamin.

Indonesia dilihat dari Sumber Daya Manusianya (SDM)

Bangsa Indonesia dianggap oleh Penjajah sebagai bangsa yang bodoh dan buta huruf. Jika anda pernah membaca sejarah bagaimana mereka para Penjajah memandang bangsa Indonesia adalah bangsa yang tertinggal. Pencitraan buruk terhadap bangsa Indonesia ini diabadikan dalam catatan sejarah dan kedalam benak-benak generasi bangsa, yah kita yang hidup sekarang.

Sampai hari ini masih saja mindset bangsa Indonesia adalah bangsa bodoh-bodoh melekat didalam kepala. Tapi percaya atau tidak bangsa ini adalah bangsa super dinilai dari kemampuan dan bakat yang dimiliki.

Saat Penjajah masuk ke Nusantara pada abad pertengahan masehi, mereka datang membawa sesuatu yang baru bagi bangsa ini. Mereka mengenalkan huruf latin yang notabene bangsa kita tidak kenal apa itu. Orang di Nusantara saat itu hanya mengenal literature arab dan huruf-huruf hijaiyah yang disesuaikan dengan bahasa bangsa kita.

Maka tidak heran kalau nenek kakek kita yang masih dipanjangkan umurnya oleh Allah mampu membaca kalimat-kalimat bertuliskan arab dalam bahasa Indonesia. Tetapi mereka akan terbata-bata jika disodorkan tulisan-tulisan latin walaupun berbahasa Indonesia juga.

Sesungguhnya bangsa Indonesia itu cerdas. Kini sudah banyak dibuktikan lewat kompetisi-kompetisi nasional dan internasional. Baik dalam perlombaan dibidang agama, sains dan tekhnologi, olahraga, militer dan banyak bidang lainnya. Bangsa Indonesia akhir-akhir ini menjadi sorotan publik dari segi kemampuan dan skill.

Maka membangun Khilafah dengan potensi anak-anak bangsa yang kompeten tentu memudahkan sistem wahyu ini maju dan menjadi sistem kehidupan manusia yang patut diperhitungkan selain dari sistem demokrasi dan sistem komunis serta sistem-sistem manusia lainnya.

Penegakan khilafah di Indonesia seharusnya segera didukung agar segala potensi positif dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Negeri Nusantara ini bisa dimanfaatkan maksimal untuk mencapai kedamaian dunia.

Indonesia dilihat dari mental dan keberaniannya

Kalau bicara soal keberanian, sejarah telah membuktikan bagaimana bangsa ini berhasil mengusir penjajah. Walaupun dengan persenjataan sederhana bambu runcing melawan persenjataan perang modern pada masa itu. Indonesia bisa menghadapi penjajah Barat yang hendak menjadikan bangsa ini sebagai budak mereka.

Para pejuang dahulu banyak dimotivasi oleh pangeran-pangeran muslim dengan motivasi jihad fi Sabilillah (berjuang di jalan Allah). Apabila maju ke medan tempur melawan musuh maka prinsipnya hanyalah hidup mulia dibawah Islam atau mati syahid. Sangat berbeda jauh dengan penjajah dimana mereka siap berperang melawan para pejuang kita dahulu semata-mata untuk hidup, jabatan dan kekuasaan. Sungguh merupakan motivasi yang bertolak belakang.

Hari ini bangsa Indonesia sepertinya kurang memahami arti dari perjuangan para buyut terdahulu. Para leluhur bangsa Indonesia yang bekerja melawan penjajah Eropa demi menjaga keutuhan Iman dan Islam dalam sanubari mereka. Gemuruh takbir menjadi lantutan takbir dalam menggetarkan musuh saat menyerang. Semuanya tidak luput dari niat ibadah kepada Allah semata melalui jalan Jihad melawan musuh.

Perjuangan di Nusantara yang dipimpin oleh para pangeran dan para Sultan ini sangat erat kaitannya dengan Kekhalifahan Turki Utsmani pada saat itu. Khilafah Turki adalah kiblat dari seluruh kesultanan yang ada di Nusantara ini. Adapun para Sultan dan Pangeran-Pangeran adalah para pemimpin yang ditunjuk Khalifah mengemban amanah pemerintahan yang ada di Nusantara.

Yang sangat disayangkan kenapa kemudian perjuangan para leluhur di Nusantara ini yang semata-mata karena Allah demi meninggikan Agama Islam diselewengkan menjadi para leluhur pembela Pancasila?

Tapi terlepas dari itu semua keberanian bangsa ini patut diacungi jempol. Sampai sekarang para militer dari Asia Tenggara ini keberaniannya telah menjadi pertimbangan besar bagi bangsa-bangsa lain.

Jika dilihat dari catatan keberanian bangsa Indonesia serta bagaimana keberanian mereka dipadukan dengan Iman dan Islam mereka menjadikan bangsa ini sebenarnya bangsa yang tidak takut mati.

Dengan penerapan Khilafah di Indonesia, maka sudah pasti kekuatan bangsa Indonesia bisa dimanfaatkan untuk kebaikan Negeri ini. Bahkan mungkin dunia akan membutuhkan kekuatan bangsa Indonesia dibawah naungan sistem Ilahi dalam skala internasional. Akhirnya kekuatan bangsa Indonesia diharapkan mampu menyelamatkan dunia dan sistem Islam berada diatas semua sistem di muka bumi.

Kebangkitan Khilafah di Indonesia nusafa.com
Kebangkitan Khilafah di Indonesia nusafa.com

Indonesia dilihat dari Sumber Daya Alamnya (SDA)

Semua tidak bisa pungkiri bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah. Tidak semua kekayaan alam yang dimiliki bangsa lain tapi semuanya ada di daratan Negeri Maritim ini.

Taruhlah contoh bagaimana Timur Tengah hanya dengan minyak saja mereka mampu membangun dan menggaji seluruh rakyatnya. Setiap rakyatnya mendapatkan jatah tempat tinggal yang layak dan tunjangan bulanan.

Atau kita melihat bagaimana Negara Brunei Darussalam kehidupan rakyatnya sangat sejahtera padahal mereka tidak sekaya Negeri Indonesia?

Bangsa Indonesia memiliki kekayaan melimpah ruah tiada tanding tiada banding dengan bangsa lainnya. Jika kekayaan alam ini dikelolah oleh para ahli dan sesuai prosedur yang baik, niscaya bangsa Indonesia takkan pernah merasakan miskin seperti yang terjadi hari ini.

Ini bukan teori, ini realita yang terjadi. Kekayaan melimpah sekian banyaknya kenapa justru diserahkan kepada Penjajah Ekonomi Eropa? Padahal kalau mau bangsa ini mampu membeli para ahli untuk mengelolah sumber daya alam ini dan mengajarkan kepada rakyat cara mengelolah limpahan kekayaan Negeri.

Lihatlah daratan Papua, kekayaan emas yang ada disana seharusnya mensejahterakan mereka semua. Seandainya semua rakyat di Papua sudah kaya dengan emas-emas yang ada di daratan mereka, emas yang tersisa masih bisa untuk dibagikan kepada wilayah-wilayah lainnya.

Tapi realita yang terjadi adalah sekelompok oknum rakus mencoba ambil alih bekerjasama dengan Penjajah yang dulu sudah diusir oleh leluhur bangsa Indonesia. Mereka menjadikan penjajah sebagai tuan dan mereka menjilat sisanya untuk kepentingan perut sendiri. Sementara rakyat Papua tetap dalam keadaan miskin dan tidak terdidik. Hidup berbekal koteka dan busur panah. Alangkah memalukan hal ini bisa terjadi?

Maka potensi kekayaan alam yang melimpah ruah ini sangat cocok jika dikelolah dibawah naungan sistem Islam. Sebab dalam Islam keadilan menurut Allah dan RasulNya adalah nomor satu. Dalam prakteknya setiap kekayaan suatu Negeri akan diperuntukkan bagi rakyat di Negeri tersebut sebelum dialihkan ke Negeri lainnya yang berada dalam naungan sistem.

Ingatlah, Islam itu rahmat. Islam bukan sekedar amalan pribadi untuk mendapatkan balasan pahala dari Sang Maha Pencipta. Tetapi Islam juga kewajiban bersama bagaimana supaya semua manusia bisa merasakan keamanan dan kenyamanan dibawah naungannya.

Bersatu dalam sistem Khilafah - nusafa.com
Bersatu dalam sistem Khilafah – nusafa.com

 Menuju Era Kebangkitan Khilafah di Indonesia

Dari beberapa poin yang coba kami angkat diatas menunjukkan bahwa Khilafah sangat pantas jika didirikan di Negeri Indah ini. Berarti kebangkitan Khilafah di Indonesia bukan cuma slogan dan sebentar lagi akan terbukti dengan izin Allah. Jika Islam berkuasa maka umat Islam maupun non Islam akan terlindungi. Tidak ada seorang pun yang akan mendapatkan hukuman berat kecuali orang-orang dzalim.

Kemudian idak ada potong tangan kecuali bagi para koruptor kelas kakap. Tidak ada hukuman pecut kecuali bagi orang yang meniduri anak gadis anda atau istri anda. Islam itu adil, mulia dan bijaksana. Takkan pernah menyesal siapa saja yang manu menerima sistem Khilafah ini dalam hidupnya baik di dunia terlebih lagi di Akhirat.

Sebagai penutup, hari ini Hizbut Tahrir telah berakhir setelah dilarang di Indonesia. Tokoh-tokoh yang mencita-citakan Khilafah Islamiyah dari HTI ini semakin dipersulit. Maka satu-satunya gerakan khilafah di Indonesia yang masih adalah tinggal Khilafatul Muslimin dan masih terus eksis. Buat anda yang mendukung sistem Khilafah sangat direkomendasikan bergabung segera ke Khilafatul Muslimin.

Karena bagaimana pun Khilafah saat ini menjadi polemik tersendiri di Indonesia meski ada yang tolak-menolak dengan keberadaan Khilafah. Ditambah umat Islam yang mulai menggeliat mencari jati diri untuk menemukan wadah umat Islam yang sebenarnya. Maka hari ini kita butuh Khilafah dan seorang Khalifah dalam mempimpin umat yang berserakan ini.

Catatan terakhir, Khilafatul Muslimin tidak akan merebut suatu Negara manapun, hanya mengajak semua umat bersatu dalam wadah bersatu umat Islam Khilafah Islamiyah. Khilafatul Muslimin telah berkembang menjadi dua Daulah di Indonesia. Dua Daulah ini adalah Daulah Khilafah Indonesia Bagian Barat dan Daulah Khilafah Indonesia Bagian Timur.

Anda bisa membuat analisa tentang bagaimana sepak terjang Khilafatul Muslimin dengan menelusuri tiga tautan dibawah ini sebagai referensi awal.

  1. Surat Nasehat dan Himbauan Kholifah
  2. Ma’lumat Ditegakkannya Kembali Khilafatul Muslimin
  3. Latar Belakang Kembalinya Khilafatul Muslimin

Atau silahkan anda bisa bertemu langsung kepada warga Khilafatul Muslimin yang telah lama bergabung lalu mulailah berdiskusi seputar Khilafah bersama mereka.

 

 

Related Articles

Add Comment